Cegah Stunting, Wali Kota Ternate: Ibu Hamil Wajib Perhatikan Gizi Anak

Untuk mencegah terjadinya stunting pada anak, Wali Kota Ternte meminta ibu hamil memperhatikan gizi saat hamil.

Penulis: Yunita Kaunar | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Yunita Kaunar
CEGAH:Untuk mencegah terjadinya stunting pada anak, Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman meminta para ibu hamil memperhatikan gizi lewat makanan dan minuman yang dikonsumsi selama kehamilan, Rabu (29/6/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, membuka acara rembuk aksi percepatan penurunan Stunting Kota Ternate, Selasa (27/6/2022) kemarin.

Pada kesempatan itu Wali Kota Ternate meminta, agar ada kerjasama baik seluruh stakeholder dan para ibu hamil, untuk dapat memperhatikan gizi anak dan balita.

"Problem stunting di Kota Ternate masih menjadi perhatian khusus, hal ini juga dikarenakan dua tahun terakhir kita dilanda Covid-19. Sehingga orang tidak melakukan posyandu, untuk memantau status gizi dan perkembangan anak, "katanya.

Tak hanya itu, masalah yang terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan kesehatan gizi, selama kehamilan yang berdampak serius pada janin.

Baca juga: Tepis Keluhan Penumpang di Pelabuhan Dufa-dufa Ternate, Dishub Turun Awasi

"Diperlukan perhatian khusus atas kebutuhan gizi anak, utamanya pada periode kehamilan, "ujarnya.

Berdasarkan hasil studi status gizi Indonesia, tahun 2021 berdasarkan tinggi badan menurut umur angka prevalensi kasus stunting di Kota Ternate mencapai 24 persen, angka tersebut masih jauh dari yang ditetapkan WHO yaitu sebesar 20 persen dan Maluku Utara 28 persen.

"Perlu ada percepatan langkah, untuk menurunkannya melalui upaya strategis untuk dan integrasi yang tetap sasaran, hal ini erat hubungannya dengan pencapaian pemerintah di tahun 2024, di mana prevalensi stunting di targetkan 14 persen, "beberanya.

Lebih lanjut, secara teknis dalam Perpres 72/2021 dituangkan dalam rencana aksi nasional (Ran) Pasti, penurunan stunting 2021-2024 terdapat tiga pendekatan dalam pelaksanaan.

Pertama: Pendekatan secara keluarga berisiko stunting yang dilakukan dengan intervensi hulu, yaitu pencegahan lahirnya bayi stunting dan penanganan balita stunting.

Kedua: Melalui pendekatan multi sektor dan multi pihak, melalui pentahelix menyediakan platform kerjasama antara pemerintah dan unsur pemangku kepentingan lainnya, seperti pengusaha, perguruan tinggi, masyarakat dan media.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved