Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pandai Besi Tertua Ada di Toloa Kota Tidore, Sebuah Tempat Pembuatan Alat Perang Pasukan Kerajaan

Kecamatan Toloa di Kota Ternate terdapat sebuah pandai besi tertua di Maluku Utara, yang dulunya tempat pembuatan alat perang untuk pasukan kesultanan

Penulis: Faisal Amin | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Faisal Amin
PROSES: Pandai besi di Kecamatan Toloa, Kota Tidore Kepulauan merupakan pandai besi tertua di Maluku Utara. Konon katanya, pandai besi ini dulunya menjadi lokasi prosduksi alat perang untuk Kesultanan Tidore, Senin (4/7/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Di Kelurahan Toloa, Kota Tidore Kepulauan, terdapat pandai besi tertua di Maluku Utara.

Konon katanya, pandai besi tersebut merupakan tempat pembuatan alat perang, untuk pasukan Kesultanan Tidore.

Kahar Muhammad (56) salah satu pengrajin yang ditemui TribunTernate.com di tempat kerjanya mengaku, telah berprofesi sebagai pandai besi sejak tahun 1970'an.

"Saya mulai bekerja sebagai pandai besi, sejak tamat sekolah tahun itu, "ungkapnya, Senin (4/7/2022).

Baca juga: Anggota Dewan Tidore Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pembelian Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Kahar juga bercerita, bahwa pengrajin besi di Kecamatan Toloa awalnya merupakan tempat pembuatan alat perang.

Beriringan waktu, pandai besi di Kecamatan Toloa saat ini memproduksi perkakas seperti, parang untuk alat tani, alat parut kelapa, pisau, serta pekakas lainya.

"Yang saya dengar dari cerita tong (kami) pe orang tua dulu bilang, disini tempat pembuatan alat perang, tapi sekarang hanya untuk bikin (buat) parang, untuk bertani, parut kelapa, dan lainnya, "tuturnya.

Pembuatan perkakas seperti parang dan parut kelapa, dimulai dengan memotong besi atau per mobil, sesuai ukuran yang akan dibuat.

Setelahnya, besi dipanaskan di tungku berbahan bakar arang, dari kulit kenari atau tempurung.

Api kemudian ditiup menggunakan alat tradisional, yang disebut "duadua" oleh warga setempat.

Setelah besi panas hingga warna merah, kemudian ditempah hingga pipih dan berbentuk parang atau parut kelapa.

Baca juga: DPD PAN Kota Tidore Usul Sultan Tidore Husain Sjah, Sebagai Calon Presiden 2024 Mendatang

Proses selanjutnya adalah, apabila itu parang maka akan merapikan permukaan, bilah dengan gerinda sebelum memasuki proses akhir berupa penyepuhan.

Hasil produksinya dijual di seluruh daerah, di Maluku Utara bahkan hingga ke Pulau Sulawesi.

"Pengrajin pandai besi di Kecamatan Toloa, Kota Tidore sudah berlangsung turun temurun sejak zaman dulu, "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved