Dinas Pariwisata Kota Tidore Belum Punya Ahli di Bidang Situs Cagar Budaya
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tidore Kepulauan belum punya ahli yang mengikuti Sertifikasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).
Penulis: Faisal Amin | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tidore Kepulauan belum punya ahli yang mengikuti Sertifikasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Sejarah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tidore Kepulauan Usman Musa, Jumat (22/7/2022).
Sehingga menurut Usman Musa menjadi kendala tersendiri untuk mengeluarkan rekomendasi lokasi-lokasi yang menjadi situs cagar budaya nasional.
TACB adalah kelompok alhi pelestarian dari berbagai bidang ilmu yang memiliki sertifikat kompetensi yang bertugas untuk memberikan rekomendasi penetapan, pemeringkatan, dan penghapusan Cagar Budaya.
Baca juga: Sail Tidore 2022: Pemkot Tidore Bakal Jadikan Kapal Pelni Sebagai Penginapan Terapung
"Memang kendala juga kalau kita tidak punya ahli bidang yang satu itu. Maksud kami daripada kita pakai TACB dari daerah lain tapi hanya satu atau dua cagar budaya yang direkomendasikan dengan biaya yang besar, mendingan kita kirim punya kita saja untuk ikut sertifikasi TACB, "ujar Usman.
Itu sebabnya mereka berencana akan mengirimkan beberapa orang ikut tim TACB tahun depan.
Nantinya kalau sudah selesai ikut TACB mereka suda bisa punya kewenangan merekomendasikan beberapa tempat di Tidore jadi situs cagar budaya nasional agar situs situs tersebut tetap lestari.
"Pada intinya TACB harus ada dulu, agar bisa dilakukan perengkingan, ataupun direkomemdasikan jadi cagar budaya daerah,"jelasnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Tidore Kepulauan Jumat, 22 Juli 2022: Siang Hari Diguyur Hujan Ringan
Usman menjelaskan, di Provinsi Maluku Utara, yang masuk sebagai cagar budaya nasional hanya ada dua tempat yaitu Benteng Orange Ternate, dan Makam Sultan Nuku di Tidore.
Sedangkan, Benteng Tahula, Benteng Tore serta Kedaton Kesultanan Tidore masuk sebagai situs cagar budaya daerah.
"Torang (kita) di Maluku Utara baru ada dua cagar budaya Nasional, Benteng orange dan makan Sultan Nuku saja selain itu semua cagar budaya daerah, "Pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/22072022_usmanmusa.jpg)