Opini
Perahu Saruma: Menuju Senyum Halmahera Selatan Berkelanjutan
Ada satu hal yang tidak boleh hilang dari kehidupan sebuah bangsa bahkan di Bumi Saruma (slogan Halmahera Selatan) yaitu HARAPAN
Achmad Dijanto Sajuti
Sekwan Halmahera Selatan
23 TAHUN bukanlah usia yang singkat dalam perjalanan Sejarah pemekaran sebuah wilayah, di setiap perjalanan Sejarah selalu ada momentum yang mengajak kita untuk berhenti sejenak dan melihat kebelakang, untuk melihat sejarah perjuangan, pengorbanan, dan harapan, agar dapat memahmi masa kini, sehingga mampu menata langkah menuju masa depan.
23 Tahun yang lalu, melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003, lahirlah Kabupaten Halmahera Selatan sebagai wujud cita-cita dan semangat besar Masyarakat untuk menghadirkan Pemerintahan yang lebih dekat dan merata dalam pelayanan serta Pembangunan yang mampu menjangkau seluruh wilayah kepulauan.
Pemekaran bukan sekedar pemisahan wilayah administratif.
Pemekaran Adalah menghadirkan keadilan Pembangunan. Pemekaran Adalah merupakan harapan agar Masyarakat di pulau-pulau kecil, di pesisir-pesisir yang jauh, di desa-desa terpencil dapat merasakan kehadiran Negara secara nyata.
Kini, sudah 23 Tahun perjalanan, Kabupaten Halmahera Selatan yang terus tumbuh menjadi suatu daerah strategis di Maluku Utara dengan potensi Sektor Keluatan, Perikanan, Pertanian dan Parawisata serta Sumber Daya Manusia yang terus berkembang, infrastruktur terus di bangun, konektivitas antar wilayah semakin terbuka, kualitas pelayanan publik semakin meningkat, serta berbagai sektor ekonomi Masyarakat berkembang secara bertahap.
Di saat 23 Tahun usia Kabupaten Halmahera Selatan keadaan dunia berubah-ubah, di mana ketidakpastian keuangan yang di sebabkan ketidakpastian ekonomi global, ancaman persaingan geopolitik, mangkibatkan krisis pangan, krisis energi serta berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.
Ada satu hal yang tidak boleh hilang dari kehidupan sebuah bangsa bahkan di Bumi Saruma yaitu HARAPAN.
Pada tanggal 9 Juni 2026, Kabupaten Halmahera Selatan (Bumi Saruma) telah berusia 23 Tahun. Sebuah usia yang mungkin masih muda dalam ukuran Sejarah, namun sangat Panjang dalam menorehkan jejak perjuangan dan pengabdian, namun perjalanan Pembangunan sesungguhnya belum selesai.
Justru, Kabupaten Halmahera Selatan di usia ke-23 tahun ini, sedang berada pada sebuah perempatan Sejarah yang sangat menentukan arah masa depannya.
Kita harus jujur mengakui Indonesia saat ini menghadapi tantangan global yang sangat besar, hal ini berdampak pada berbagai daerah termasuk kabupaten Halmahera Selatan, di mana kesenjangan Pembangunan masih terjadi di berbagai wilayah, ketahanan pangan menjadi isu global, perubahan iklim mengancam sektor kelautan dan perikanan, persaingan ekonomi makin ketat, teknologi berkembang sangat cepat, sementara tidak semua Masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk beradaptasi.
Situasi ini mengingatkan kita bahwa Pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur fisik semata tapi Pembangunan sejati Adalah membangun manusia, Pembangunan sejati Adalah menghadirkan harapan, Pembangunan sejati Adalah memastikan bahwa kemajuan dapat di rasakan oleh seluruh Masyarakat tanpa terkecuali.
Momentum 23 Tahun Kabupaten Halmahera Selatan menjadi sangat penting sebagai ruang refleksi bersama tentang masa depan yang ingin di bangun, maka lahirlah Tema Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan Adalah “Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan”, Tema ini Adalah bagian dari pesan moral, bagian dari arah Pembangunan dan tema ini Adalah pengingat bahwa tantangan masa depan tidak mungkin di hadapi secara sendiri-sendiri.
Pemerintah membutuhkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), DPRD membutuhkan Masyarakat, Masyarakat membutuhkan Dunia Usaha, dan Dunia Usaha membutuhkan Stabilitas Ekonomi dan Sosisal.
Dengan demikian seluruh elemen bangsa, seluruh elemen Negeri Bumi Saruma harus bergandengan tangan berjalan Bersama dalam semangat kalaborasi. Inilah makna sesungguhnya dari Sinergi Membangun Negeri.
Di saat yang sama, modernisasi tidak boleh meninggalkan identitas budaya yang menjadi jati diri Masyarakat Saruma, budaya bukan sekedar warisan masa lalu tetapi budaya Adalah Kompas moral yang membimbing perjalanan masa depan. Karena itulah pelestarian budaya menjadi bagian penting dari Pembangunan yang BERKELANJUTAN.
| Pancasila dan Masa Depan SDM Indonesia: Sebuah Agenda yang Terlupakan |
|
|---|
| Kasus Chromebook Rp 9,9 Triliun: Ketika Fakta Sidang Berhadapan dengan Drama Media Sosial |
|
|---|
| Tubuh Perempuan Bukan Wilayah Bebas |
|
|---|
| Menjemput Ruh Para Sultan di Kursi Bioskop |
|
|---|
| Wellness tourism Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Daerah di Provinsi Maluku Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Achmad-Dijanto-Sajuti-Sekwan-Halmahera-Selatan.jpg)