Soal Sengketa, Polisi Tahan Seorang Pria Dari Keluarga Kapita Makassar Kesultanan Ternate

Ditreskrimum Polda Maluku Utara menahan seorang dari Kesultanan Ternate terkait penggelapan surat ukur tanah.

Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Randi Basri
TANGKAP: Suasana anggota Ditreskrimum Polda Maluku Utara menjemput terduga kasus dugaan tindak pidana penggelapan surat asli meetbrief (surat ukur tanah), Senin (5/9/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Direktur Reskrimum Polda Maluku Utara, Kombes (Pol) Dwi Hindarwana benarkan anggotanya mengamankan seorang pria berinisial FB alias Baay.

FB sendiri merupakan salah satu keluarga dari Kapita Makassar Kesultanan Ternate. Ia diamankan tim penyidik Ditreskrimum Polda Maluku Utara, terkait kasus dugaan tindak pidana penggelapan surat asli meetbrief (surat ukur tanah).

Kombes (Pol) Dwi Hindarwana menyebut, pria berinisial FB ini memang tim penyidik sudah menetapkan dia sebagai tersangka melalui hasil gelar perkara.

"Kami juga sudah panggil dia sebanyak dua kali, hanya saja yang bersangkutan tidak hadiri panggilan penyidik, "katanya, Senin (5/9/2022).

Baca juga: Tarif Speedboat Rute Ternate-Jailolo di Pelabuhan Dufa-Dufa Naik 20 Persen Pasca Kenaikah BBM

Dengan surat pemanggilan itu juga penyidik langsung mendatangi rumah tersangka. Pada saat di rumah rupanya FB tengah sakit, lalu penyidik pun menelepon dokter untuk memeriksa kesehatannya.

"Setelah dokter memeriksa tersangka, ternyata tersangka punya riwayat penyakit jantung, "ucapnya.

Namun begitu setelah menjalani pemeriksaan semuanya FB langsung dibawa ke rumah sakit untuk dirawat lebih lanjut. Jika kondisinya sudah membaik ia akan langsung ditahan.

"Awalnya tersangka sehat, setelah dilakukan pemanggilan tersangka langsung sakit, "katanya.

Terpisah, Jo Hukum Soa-Sio Kesultanan Ternate, Gunawan Yusuf Radjim saat dikonfirmasi mengaku, soal kasus tersebut memang merupakan kasus internal keluarga antara Hi.Felix A.Baay dan Arafat Saleh Baay.

Itu kata dia soal, sengketa sebidang rumah dan tanah eks Verponding nomor 315 yang berada di Jln Sultan Baabullah RT 07/ RW 04 Kelurahan Makassar Timur. Itu merupakan rumah yang ditempati kapita Makassar Pien pada tahun 1700 Masehi dan rumah itu sudah secara turun temurun.

Dengan adanya permasalahan internal tersebut sehingga kata Jo Hukum Soa-Sio Kesultanan Ternate, Kesultanan langsung memberikan penjelasan terkait dengan siap-siap yang menempati rumah tersebut.

"Jadi kami dari kesultanan hanya menjelaskan kepastian rumah tersebut, terkait dengan hal internal kami tidak ikut sampai ke dalam. Kami serahkan semua kepada pihak yang berwajib untuk memproses kasus tersebut, "tandasnya.

Jadi kami dari kesultanan hanya menjelaskan kepastian rumah tersebut, terkait dengan hal internal kami tidak ikut sampai ke dalam. Kami serahkan semua kepada pihak yang berwajib untuk memproses kasus tersebut, "tandasnya.

Baca juga: BPVP Ternate Buka Pelatihan MTU Bidang Keahlian Pembudidaya Sayuran Hidroponik

Sekadar diketahui, penetapan tersangka ini terkait tindak pidana penggelapan yang terjadi tahun 1969 di mana FB menguasai surat asli meetbrief Nomor 9 tertanggal Manado 18 Desember 1924 verponding nomor 64 milik A de Gorio atau Alexander Wellem de Gorio.

Setelah diminta pemiliknya, FB tak mau mengembalikan dengan berbagai alasan.

Selain tindak pidana penggelapan FB juga menguasai sengketa sebidang rumah dan tanah eks Verponding nomor 315 yang berada di Jln Sultan Baabullah RT 07/ RW 04 Kelurahan Makassar Timur. (*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved