Ternate Andalan

Pemkot Ternate Bakal Naikan SSH 30 Persen Setelah Harga BBM Naik

Naiknya harga BBM pada tanggal 3 September 2022 lalu akan berpengaruh pada Standar Satuan Harga (SSH) Kota Ternate.

Penulis: Yunita Kaunar | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/Yunita Kaunar
Kepala BPKAD Kota Ternate, Abdullah Saleh, Selasa (6/9/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM-Naiknya harga BBM pada tanggal 3 September 2022 lalu akan berpengaruh pada Standar Satuan Harga (SSH) Kota Ternate.

Kepala BPKAD Kota Ternate, Abdullah Saleh mengatakan, SSH Kota Ternate untuk anggaran tahun 2023 sudah ada, dan tinggal ditandatangani oleh di Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman.

Tetapi dengan naiknya harga BBM membuat Pemerintah Kota Ternate tidak memiliki pilihan lain selain menaikan inflasi.

"Sudah pasti berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa, sementara SSH yang sudah disiapkan saat ini, berdasarkan survei sebelum kenaikan BBM. Karena itu mengantisipasi jangan sampai pada tahun 2023 kenaikan barang dan jasa ini melejit, karena SSH yang kita gunakan sesuai hasil survei sebelum kenaikan BBM, maka akan terganggu pada anggaran kita tahun 2023 dan berpengaruh pada pemeriksaan nantinya," kata Abdullah, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Job Fair Ternate Andalan Dibuka, Tersedia 5.955 Lowongan Kerja, Buruan Daftar

Baca juga: Nama Pasar Sabi Sabi di Ternate Diganti Jadi Pasar Andalan, Disperindag Meyakini Pembuka Rejeki

Abdullah menyebutkan, langkah yang akan dilakukan adalah harus menaikan inflasi di SSH yang sudah ada, misalnya SSH sebesar 15 persen, maka harus dinaikan sebesar 30 persen.

Akan tetapi harus terlebih dahulu melakukan konsultasi dengan aparat pemeriksaan, sehingga apabila memungkinkan kita lakukan, tapi kalau sebaliknya maka harus dilakukan survei kembali.

"Tapi kalau dilakukan survei ulang apakah barang dan jasa ini sudah dinaikan ataukah belum, takutnya jangan sampai dilakukan survei kemudian harga barangnya belum naik, berarti masih sama dengan SSH yang sebelumnya. Ini kita sudah sepakati nanti kita akan komunikasi dengan pihak terkait," ucapnya.

Tak hanya itu, Abdullah menambahkan kenaikan harga BBM juga dapat berpengaruh pada kenaikan bahan material.

Sementra DPA masing-masing OPD berdasarkan harga sebelum ada kenaikan BBM.

"Mudah-mudahan sampai dengan bulan Desember belum ada kenaikan bahan material, tapi kalau sudah ada kenaikan sementara dalam DPA masing masing OPD berdasarkan harga sebelum ada kenaikan BBM. Jika sebaliknya atau harga Material ini naik maka volumenya harus dikurangi, jadi paling tidak kita akan komunikasi dengan internal dulu karena jangan sampai volume barang ini dikurang maka akan jadi temuan,"pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved