Calon Pendeta yang Cabuli 14 Gadis Ternyata Juga Rekam Aksinya, Video Digunakan untuk Ancam Korban

Seorang vikaris atau calon pendeta bernama Sepriyanto Ayub Snae (SAS) di Alor telah melakukan pencabulan terhadap 14 gadis.

Editor: Ifa Nabila
preventionweb.com
Ilustrasi pencabulan. Seorang vikaris atau calon pendeta bernama Sepriyanto Ayub Snae (SAS) di Alor telah melakukan pencabulan terhadap 14 gadis. 

TRIBUNTERNATE.COM - Seorang vikaris atau calon pendeta bernama Sepriyanto Ayub Snae (SAS) telah melakukan pencabulan terhadap 14 gadis.

Tak hanya melakukan aksi rudapaksa, pelaku ternyata juga merekam tindakan bejatnya itu.

Pelaku menggunakan foto atau video tak senonoh itu untuk mengancam para korbannya.

Baca juga: Calon Pendeta Cabuli Belasan Gadis Muda di Alor, Jumlah Korban Bertambah Kini Jadi 14

Baca juga: Calon Pendeta Cabuli Anak di Bawah Umur: Ada 12 Korban, Pelaku Mengaku Punya Trauma

SAS merupakan calon pendeta Majelis Sinode GMIT di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari 14 orang anak, terdapat 10 anak masih di bawah umur. Sedangkan empat orang merupakan kategori dewasa.

Kapolres Alor, AKBP Ari Satmoko yang didampingi Kasat Reskrim Polres Alor, Iptu Yames Jems Mbau menyampaikan informasi tersebut, Kamis 15 September 2022 lalu.

Baca juga: Polisi di Bengkulu Cabuli Bocah Berkali-kali, Ibu Korban Sebut Sikap Anaknya Beda, Ternyata Depresi

Ia menambahkan, penyidik unit PPA Satreskrim Polres Alor juga telah memeriksa para korban dan mendampingi saat visum di rumah sakit, hingga korban diambil keterangan, termasuk orang tua korban.

"Ada korban yang jadi saksi untuk korban lainnya," jelasnya.

Laporan tindakan asusila ini berawal dari 1 September 2022 oleh 6 korban anak-anak.

Kemudian berkembang menjadi 12 orang pelapor setelah dilakukan pengembangan dan pendampingan.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved