Halmahera Selatan
Buah Pinang di Bacan Halmahera Selatan Dibeli Rp 5-10 Ribu Perkilogram
Buah pinang ternyata tidak hanya menjadi makanan pemanis mulut orang Maluku Utara, saat hajatan adat istiadat saja.
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM- Buah pinang ternyata tidak hanya menjadi makanan pemanis mulut orang Maluku Utara, saat hajatan adat istiadat saja.
Tetapi, buah dari jenis pohon dengan nama latin Areca Catehu L ini, juga memiliki manfaat ekonomis untuk masyarakat, terutama masyarakat di Bacan, Halmahera Selatan.
Selain bergantung hidup dengan komoditi lokal seperti kopra, pala dan cengkeh, masyarakat Bacan berprofesi sebagai petani, menjadikan buah pinang sebagai penghasilan tambahan.
Pantauan TribunTernate.com pada Senin (26/9/2022), areal pasar dan pertokan di desa Tomori serta Labuha, Kecamatan Bacan, tampak tak sedikit pedagang menjajakkan buah pinang setengah matang.
Pinang setengah matang sering dikonsumsi masyarakat sebagai pemanis mulut itu ternyata punya nilai jual.
Rata rata pembeli di Bacan mengekspor buah pinang ke Surabaya, Jawa Timur dipakai sebagai pewarna pakaian.
Di Bacan saat ini pinang sekilo dihargai Rp 5 ribu rupiah.
"Satu kilo Rp 5 ribu bahkan Rp 10 ribu jika harga di Surabaya stabil. Ini nanti kita jual ke Surabaya juga," kata pemilik toko Mandiri Raya atas nama Ifan.
Baca juga: Harga Kopra Maluku Utara, 26 September 2022: Di Halmahera Selatan Dihargai Rp 4 Ribu per Kilogram
Namun saat ini menurut Ifan, stok pinang di gudang mulai kurang karena belum musim panen.
"Kalau musim panen banyak petani datang jual. Tapi sekarang ini masih sepi," pintanya. (*)