Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Champions

Tak Cuma Raheem Sterling, Graham Potter Juga Bikin Masalah dengan 2 Rekrutan Baru Chelsea

Graham Potter yang menempatkan Raheem Sterling di posisi tak biasa ternyata juga "bikin masalah" dengan dua rekrutan baru Chelsea.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@chelseafc
Pemain Chelsea Raheem Sterling. Graham Potter yang menempatkan Raheem Sterling di posisi tak biasa ternyata juga "bikin masalah" dengan dua rekrutan baru Chelsea. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pelatih baru Chelsea, Graham Potter, ternyata tak hanya "bikin masalah" dengan Raheem Sterling.

Graham Potter yang menempatkan Raheem Sterling di posisi tak biasa ternyata juga "bikin masalah" dengan dua rekrutan baru Chelsea.

Diketahui, kini Graham Potter sedang mempersiapkan pertandingan Liga Inggris melawan Crystal Palace pada Sabtu (1/10/2022).

Baca juga: Risiko Chelsea Ganti Thomas Tuchel ke Graham Potter di Champions, Mudah Dibantai Guardiola dan Klopp

Graham Potter mengawali masa kepelatihannya di Chelsea sebagai pengganti Thomas Tuchel dalam laga melawan RB Salzburg yang berakhir imbang 1-1.

Pelatih asal Inggris ini membuat banyak perubahan dalam timnya di Liga Champions.

Baca juga: Graham Potter Bikin Masalah dengan Raheem Sterling, Eks Chelsea: Buat Liga Champions Kok Coba-coba

Di antaranya dengan membiarkan rekrutan baru, Wesley Fofana dan Kalidou Koulibaly di bangku cadangan.

Graham Potter lebih memilih tiga bek yakni Thiago Silva, Cesar Azpilicueta, dan Marc Curucrella.

Sedangkan Reece James dan Raheem Sterling ditempatkan sebagai bek sayap terdepan.

Legenda Arsenal, Paul Merson, menyebut bahwa tindakan Potter membiarkan Fofana dan Koulibaly di bangku cadangan saat menghadapi RB Salzburg adalah sebuah masalah.

"Pertandingan melawan Crystal Palace, jauh dari kampung halaman memang selalu sulit," tulis Merson di Sportskeeda, dikutip dari express.co.uk.

Baca juga: Romelu Lukaku Kesalahan Termahal Thomas Tuchel, Kini Malah Lebih Cocok dengan Graham Potter?

"Saya tahu perasaan Graham Potter, dia tidak memiliki siapapun di klub selama beberapa minggu terakhir," sambungnya.

"Dan dia sekarang hanya memiliki sedikit waktu untuk membuat tim bertanding seperti yang dia inginkan."

"Pertandingan demi pertandingan akan padat dan berlangsung cepat, kemudian kita akan menghadapi Piala Dunia," tuturnya.

Merson menyebut Potter adalah manajer yang bagus, namun ia butuh waktu untuk membangun Brighton.

Kini tak beda jauh, Potter harus berjuang keras di Chelsea, apalagi dengan target empat besar.

Baca juga: Eks Chelsea Singgung Timing Pergantian Thomas Tuchel ke Graham Potter: Bayangkan Perasaan Aubameyang

Tindakan Potter terhadap Cucurella dianggap sudah tepat, namun soal Fofana dan Koulibaly adalah masalah.

"Dia tidak memainkan Fofana dan Koulibaly, itu adalah masalah, seberapa dia menilai mereka? Ini adalah permainan yang cerdik, saya harap Chelsea bisa memenangkannya," ujar Merson.

Masalah Graham Potter dengan Raheem Sterling

Graham Potter menempatkan Raheem Sterling pada posisi yang tidak seharusnya.

Hal ini diungkapkan oleh mantan pemain Chelsea, William Gallas.

Dikutip TribunTernate.com dari metro.co.uk, Graham Potter baru satu kali melatih Chelsea dalam pertandingan melawan RB Salzburg di Liga Champions yang berakhir imbang 1-1.

Dalam laga tersebut, Graham Potter memainkan Raheem Sterling di sayap kiri.

Dengan Marc Cucurella, Thiago Silva, dan Cesar Azpilicueta menjadi tiga bek.

Gallas mengakui dirinya tidak mengerti pemikiran Potter terkait penempatan Sterling.

"Ini adalah sebuah masalah. Ketika saya melihat Sterling main sebagai bek sayap kiri, saya tidak memahaminya," ujar Gallas kepada Genting Casino.

Gallas terheran-heran mengapa Potter berani coba-coba untuk laga sebesar Liga Champions.

"Sulit bagi saya untuk memahami mengapa dia (Potter) ingin bereksperimen dengan pertandingan seperti ini, apalagi di Liga Champions."

"Kalian bermain di kandang dan Anda menempatkan Cucurella sebagai bek tengah, Anda punya Fofana di bangku cadangan bersama Koulibaly, Chalobah juga di bangku cadangan, lalu Anda menempatkan Sterling sebagai bek sayap kiri? Saya tidak paham."

"Pada akhirnya, mereka tidak mendapatkan hasil yang baik, mereka imbang 1-1. Orang akan selalu menilai hasilnya, dan pertanyaannya adalah, mengapa dia menempatkan kedua pemain di posisi itu?" tuturnya.

Meski demikian, Gallas menyebut Potter tampaknya adalah pelatih yang baik dan masih menunggu kinerja terbaik darinya.

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved