Halmahera Selatan
Masih Ada PNS Guru di Daerah Terpencil Halmahera Selatan yang Gajinya Dibayar Tak Lewat Rekening
Beberapa PNS guru di Halmahera Selatan yang tinggal di pedalaman gajinya diantar setiap bulan.
Penulis: Nurhidayat Hi Gani |
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Dinas Pendidikan Halmahera Selatan, Maluku Utara, mulai membenahi sistem penerimaan gaji guru PNS.
Sistem penerimaan gaji yang sebelumnya diberikan secara tunai. Kini perlahan mulai diganti lewat transfer rekening pribadi ke setiap guru-guru PNS.
Hal ini dilakukan guna mencegah dan mempercepat pembayaran gaji para guru agar tidak jatuh tempo atau lewat dari tanggal penerimaan gaji setiap bulannya.
Kepala Dinas Pendidikan, Saifun Radjulan kepada TribunTernate.com menjelaskan bahwa saat ini ada dua skema yang digunakan ketika melakukan pembayaran gaji guru.
Pertama, adalah melalui transfer langsung terhadap guru yang memiliki rekening pribadi. Kedua, pembayaran langsung oleh Bendahara gaji Dinas Pendidikan melalui korwil masing-masing di setiap kecamatan.
Baca juga: Kunker ke Halmahera Selatan, Menteri Desa Akan Salurkan BLT dan Cek Bumdes
"Sebelumnya itu, di daerah terpencil itu kan pembayarannya hampir rata-rata di atas tanggal 10 bahkan lebih dari 20 masih ada kita dapatkan,"
"Sekarang kita sudah mulai benahi. Yang punya rekening itu kalau hari ini gaji yang kita ajukan ke keungan itu sudah selesai, langsung kita transfer ke yang punya rekening, " jelas Saifun, Jumat (7/10/2022).
Saifun menyebut, untuk para guru penerma gaji melalui rekening, setiap bulan di bawah dari tanggal 5, langsung di transfer ke masing-masing rekening yang terdaftar di Dinas Pendidikan.
Sedangkan para guru penerima gaji tunai atau belum memiliki rekening pribadi, tergantung pada wilayah setiap kecamatan.
"Yang tidak memiliki rekening, misalnya di kecamatan-kecamatan terdekat, kadang di bawah tanggal 5 kita sudah bayar,"
"Tetapi di kecamatan yang jauh-jauh, itu jelas di bawah tanggal 10. Itu kita sudah distribusi ke kecamatan. Selain dari itu, mungkin ada kendala-kendala teknis di Bank, atau hari-hari libur. Kalau tidak, pasti berjalan normal, "ujarnya.
Menurutnya, para guru PNS dibebaskan untuk menggunakan rekening Bank apa saja, asalkan diajukan ke Dinas Pendidikan.
Ia juga mengatakan pihaknya akan tetap mengantar gaji para guru yang berada di daerah terpencil jika tanggal pembayaran sudah tiba.
"Jelas di daerah-daerah terluar, kita tetap melayani dengan pembayaran manual. Karena memang di sana tidak ada Bank, juga transportasinya jauh, "ucapnya.
Di samping itu, Saifun mengaku kalau pihaknya telah turun melakukan survei ke setiap kecamatan.
Dalam kesempatan survei itu, para guru juga diberi pilihan terkait pembayaran gaji. Yakni lewat transfer reking atau diberikan secara manual.
"Kita survei kemudian kita minta dari teman-teman guru untuk menyampaikan, mau bayar tunai atau non tunai. Itu kita kembalikan ke guru-guru, "pungkasnya. (*)