Liga Inggris
Pengakuan Mantan Anak Asuh Graham Potter, Kaget Pelatih Hijrah ke Chelsea: Saya Utang Banyak Padanya
Para pemain Brighton terkejut ketika Graham Potter harus pindah ke Chelsea gantikan Thomas Tuchel.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
"Dia telah mencentang semua kriteria sejauh ini, semua pemain ada di sana, masa depannya cerah saat ini," paparnya.
Graham Potter Dihujat
Memang, kebiasaan Graham Potter mengutak-atik pemain kerap menimbulkan komentar miring hingga hujatan.
Dikutip TribunTernate.com dari metro.co.uk, kali ini komentar miring datang dari mantan pemain Liverpool, Danny Murphy.
Danny Murphy beranggapan, klub sebesar Chelsea seharusnya sudah tidak ada lagi tindakan coba-coba.
Yang pada akhirnya hanya akan membuat susunan tim menjadi tidak konsisten.
Saat masih melatih Brighton, Graham Potter pun memang sudah dikenal suka gonta-ganti formasi dan starter.
Tren itu ternyata ia lanjutkan saat menggantikan Thomas Tuchel melatih Chelsea.
Graham Potter mengerahkan 19 pemain untuk starter dalam sembilan pertandingan dengan enam formasi yang berbeda.
Meski Danny Murphy mengagumi kemampuan Graham Potter, namun ia tetap menyorot kebiasaannya yang membuat inkonsisten tersebut.
"Satu-satunya hal yang mengkhawatirkan saya adalah bagaimana tim-tim terbaik selama bertahun-tahun memenangkan liga pada dasarnya punya satu caa bermain dan menguasai itu," ujarnya kepada talkSPORT.
"Anda bisa dengan cepat mengidentifikasi formasi apa yang mereka mainkan."
"Arsenal tak terkalahkan dengan 4-4-1-1. Chelsea di bawah (Antonio) Conte 3-4-3."
"Tim hebat Manchester United 4-4-2. Liverpool dan Manchester City beberapa tahun terakhir ini 4-3-3," paparnya.
Murphy menyadari bahwa Potter ingin anak asuhnya punya kemampuan adaptasi yang hebat, namun tidak dengan perubahan sebanyak itu.