Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Resesi 2023

Gubernur BI Ungkap Stabilnya Ekonomi Indonesia Dibanding Negara Lain di Tengah Ancaman Resesi 2023

Berikut penjelasan Gubernur BI mengenai perekonomian Indonesia yang cenderung stabil jika dibandingkan negara lain.

Youtube/KompasTV
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, di Washington, Amerika Serikat menjelaskan bagaimana cara Indonesia menjaga kondisi perekonomian tetap stabil, Senin (31/10/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menjelaskan mengapa di tengah situasi perekonomian global yang memburuk ini, kondisi Indonesia cenderung stabil dibandingkan negara lain.

Seperti yang diketahui, International Monetary Fund (IMF) telah memprediksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2023 nanti akan menurun, dari 3,2 persen di tahun 2022 menjadi 2,7 persen di tahun 2023.

Dikutip dari wawancaranya yang ditayangkan di kanal Youtube KompasTV, Perry menjelaskan, Indonesia sempat membahas bersama negara-negara lain dalam Presidensi G20 tentang siasat menghadapi tantangan ekonomi di Tanah Air.

"Kunci untuk kita memitigasi risiko pelambatan ekonomi global dan mengatasi inflasi global adalah sinergi, sinergi," ujar Perry, Senin (31/10/2022).

"Koordinasi itu menjadi sangat penting."

Baca juga: Berkaca dari Airbnb hingga Lego, Ini Tips Rhenald Kasali untuk Pengusaha Hadapi Ancaman Resesi 2023

Baca juga: Berkaca dari Prediksi IMF, Sri Mulyani Ungkap Strategi Indonesia Hadapi Ancaman Resesi Global 2023

Baca juga: Jangan Beli Saham Gorengan, Ini Tips Sandiaga Uno Cara Investasi Hadapi Ancaman Resesi 2023

Perry menjelaskan, isu ekonomi global saat ini begitu kompleks, mulai dari tingginya tingkat inflasi dunia hingga mahalnya harga energi dan pangan global.

Menurut penjelasan Perry, saat ini Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (Fed) telah menaikkan suku bunga secara agresif demi menurunkan inflasi.

Perry lalu mengungkit bagaimana banyak negara berkembang sangat terdampak karena pandemi Covid-19.

Ia mengatkan, Indonesia adalah satu di antara beberapa negara yang memiliki keunggulan dan kekuatan dalam menerapkan sinergi kebijakan ekonomi nasional.

Perry menerangkan bagaimana kebijakan fiskal memberikan subsidi yang disalurkan kepada masyarakat golongan rendah.

Selanjutnya, subsidi tersebut berhasil mencegah naiknya inflasi di Indonesia agar tidak begitu tinggi.

Perry juga mengakui BI turut menaikkan suku bunga, namun tidak seagresif negara lain.

Baca juga: Jangan Overthinking Ancaman Resesi, Rhenald Kasali: Jangan Percaya yang Miskin Tambah Miskin

Dampak Resesi

Sebagai informasi, dikutip dariĀ Kompas, definisi resesi menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah suatu kondisi di mana perekonomian suatu negara sedang memburuk.

Kondisi ini terlihat dari produk domestik bruto (PDB) negatif, pengangguran meningkat, maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved