Penyebab Korea Utara dan Korea Selatan Saling Tembak Rudal sampai Warga Panik Berlindung di Bunker
Korea Utara dan Korea Selatan perang rudal di lepas pantai satu sama lain untuk pertama kalinya, Rabu (2/10/2022).
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Korea Utara dan Korea Selatan saling menembakkan rudal di lepas pantai satu sama lain untuk pertama kalinya, Rabu (2/11/2022).
Tembakan itu diawali oleh Pyongyang, di mana rudal mendarat kurang dari 60 km dari kota Sokcho di selatan.
Tiga jam kemudian, Seoul membalas tembakan rudal tersebut.
Baca juga: Update Insiden Desak-desakan di Itaewon, Korea Selatan: Jumlah Korban Tewas Bertambah Jadi 153 Orang
Baca juga: Insiden Desak-desakan Saat Perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan: 149 Orang Dilaporkan Tewas
Dikutip TribunTernate.com dari bbc.com, militer Korea Selatan menyebut tindakan Korea Utara adalah pelanggaran yang tidak dapat diterima atas wilayahnya.
Mereka kemudian membalas menembakkan tiga rudal ke udara yang kemudian mendarat di lepas pantai.
Menurut para pejabat setempat, rudal Korea Utara melebihi Garis Batas Utara atau Northern Limit Line (NLL).
Garis demarkasi tertanda antara Korea Utara dan Korea Selatan, namun Korea Utara disebut tidak pernah menerima batas tersebut.
Baca juga: Mengenal Rudal Hellfire, Senjata Canggih AS yang Tewaskan Pemimpin Al Qaeda, Ayman Al Zawahiri
Pada Selasa (1/11/2022), Korea Utara sudah memperingatkan pada Korea Selatan.
Bahwasannya Korea Selatan dan Amerika Serikat akan membayar "harga paling mengerikan sepanjang sejarah" jika mereka melanjutkan latihan militer bersama.
Korea Utara memandangnya sebagai ancaman terselubung untuk menggunakan senjata nuklir.
Padahal, Korea Utara diperkirakan akan melanjutkan uji coba senjata nuklir segera setelah jeda lima tahun.
Intelijen AS dan Korea Selatan menyebut, Pyongyang telah menyelesaikan semua persiapan yang diperlukan.
Baca juga: Korut Lakukan Uji Coba Rudal, AS & Korsel Tanggapi dengan Terbangkan Pesawat Tempur, Siap Berperang?
Peluncuran rudal oleh Korea Utara itu terjadi ketika masa berkabung Korea Selatan, menyusul kerumunan massa di Seoul yang menewaskan lebih dari 150 orang.
Korea Utara tercatat menembakkan setidaknya 10 rudal ke arah timur dan barat, menurut pejabat Kroea Selatan.
Tembakan rudal itu memicu sirene serangan udara di Ulleung.
Penduduk setempat pun diminta mengungsi ke penampungan bawah tanah.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)