Minggu, 3 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Piala Dunia Qatar 2022

Ada Blokade Israel, Pesepakbola Palestina Harus Kubur Mimpi Menonton Piala Dunia 2022 Qatar

Pesepakbola Palestina, Muhammad Salman. terpaksa mengubur dalam-dalam mimpinya untuk menonton Piala Dunia 2022.

Tayang:
Vincent AMLVY / AFP
Khalifa International Stadium di Doha, Qatar. Foto diambil pada 29 Oktober 2022 menjelang turnamen sepak bola Piala Dunia FIFA Qatar 2022. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pesepakbola Palestina, Muhammad Salman. terpaksa mengubur dalam-dalam mimpinya untuk menonton Piala Dunia 2022.

Israel yang sudah memberlakukan blokade di Jalur Gaza menjadi salah satu penyebab.

Dikutip dari Middle East Eyes, Muhammad Salman yang baru berusia 27 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya telah berusaha selama 4 tahun untuk memperbarui izin pada Israel agar dapat bepergian dari Gaza ke Tepi Barat yang telah dicaplok itu.

Hal ini agar Salman dapat bermain sepak bola, olahraga yang sangat dia cintai.

Sayangnya, kebijakan blokade Israel di Jalur Gaza menjadi penghalang baginya untuk tampil di lapangan hijau.

Bagi Salman, ketidakleluasaannya bepergian lebih menyakitkan dibandingkan cedera metatarsal sekalipun.

Pada 2018 silam, Salman yang bermain sebagai gelandang sempat mendapat izin dari otoritas Israel untuk memasuki Tepi Barat utara.

Ia pun bermain untuk Tubas Sport Club.

Baca juga: 10 Pemain yang Difavoritkan untuk Golden Boy Piala Dunia 2022, Ada Jamal Musiala dari Bayern Munich

Baca juga: Mendulang Uang dari Piala Dunia, Ini 4 Ladang Cuan Terbesar FIFA: Hak Siar TV hingga Penjualan Tiket

Baca juga: Sadio Mane Cedera Jelang Piala Dunia 2022, Virgil van Dijk: Saya Tahu Betul Apa yang Dia Rasakan

Namun malang nasib Salman, hanya tiga bulan kemudian izinnya habis, dan memaksanya untuk pulang.

Kata Salman, sama seperti hampir semua pemain sepak bola di Gaza, dirinya sangat bersemangat menghitung mundur waktu menuju Piala Dunia 2022 Qatar.

Ia mengaku ingin menghadiri secara langsung turnamen yang pertama kali digelar di negara Arab itu.

"Setiap pemain sepak bola pasti ingin menghadiri Piala Dunia. Ada sesuatu di dalam diri kita untuk ingin berada di sana, untuk mengamati para pemain dengan cermat dan membayangkan hari di mana kita akan berada di tempat mereka, tetapi itu hanya sebatas keinginan saja jika kita masih di Gaza," kata Salman.

"Sulit membayangkan bahwa kamu akan bisa mewujudkan mimpi apa pun di Gaza. Saya tidak bisa menghadiri pertandingan Piala Dunia, bagaimana saya bisa bersaing di tim nasional dan mencapai dunia?"

Tim nasional sepakbola Palestina
Tim nasional sepakbola Palestina (Facebook/Palestine national football team)

Blokade Israel

Piala Dunia yang dimulai pada 20 November 2022 di Qatar itu merupakan event yang sangat dinantikan oleh sebagian besar orang di wilayah jazirah Arab tersebut, termasuk di Gaza.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved