Sabtu, 2 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Piala Dunia Qatar 2022

Daftar Peraturan dan Hukuman di Qatar selama Piala Dunia: LGBT, Alkohol, hingga Perselingkuhan

Penetapan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 memang menimbulkan kontroversi.

Tayang:
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Tribun Jabar/Taufik Ismail
Ilustrasi minuman keras. Penetapan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 memang menimbulkan kontroversi. 

TRIBUNTERNATE.COM - Penetapan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 memang menimbulkan kontroversi.

Hal ini terkait aturan Qatar yang ketat, misalnya mengenai LGBT hingga minuman alkohol.

Di mana hal-hal tersebut di bebaskan di mayoritas negara-negara barat.

Baca juga: Ogah Pakai Simbol LGBT di Piala Dunia 2022, Virgil Van Dijk: Kami Hanya Ingin Main Sepak Bola

Baca juga: Aktor Film Twilight Kecam Pangeran William gara-gara Dukung Inggris di Piala Dunia: Kok Tidak Malu?

Qatar memiliki polisi moral atau Gasht-e-Ershard, polisi yang menyamar dan berkeliaran di jalanan untuk memastikan warga mengikuti aturan.

Ada sejumlah aturan yang hanya ditujukan kepada warga Qatar dan bukan pendatang atau suporter Piala Dunia.

Namun ada juga aturan beserta hukuman yang harus dipatuhi semua orang termasuk pendatang.

Baca juga: Ikut Nyanyikan Lagu Piala Dunia Qatar 2022, Nicki Minaj Dihujat: Kok Dukung Negara Anti LGBT?

Di antaranya sebagai berikut (dikutip dari marca.com)

- Mengonsumsi minuman beralkohol di jalan umum, denda Rp 13 juta hingga penjara

- Mengonsumsi narkoba, denda Rp 13 juta hingga penjara atau deportasi

- Mengotori jalan, denda mulai Rp 43 juta

- Tidak mematuhi aturan berpakaian, larangan masuk ke tempat tujuan

- Aksi LGBT (bermesraan di publik), satu hingga tiga tahun penjara

- Berperilaku cabul, 13 juta hingga enam tahun penjara

- Perselingkuhan, penjara hingga tujuh tahun

Baca juga: Alasan Akon Bela Piala Dunia Qatar yang Dihujat karena Isu Pelanggaran HAM: Coba Kalian ke Sini

Akon Bela Qatar

Penyanyi Amerika Serikat, Akon, membela Qatar yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Qatar dituduh melakukan pelanggaran HAM, di antaranya tidak memenuhi hak-hak pekerja infrastruktur.

Penyanyi Amerika Serikat, Akon
Penyanyi Amerika Serikat, Akon (Instagram.com/@akon)

Sejumlah pihak menghujat Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia hingga memboikotnya.

Berbeda dengan orang-orang itu, Akon punya pendapat tersendiri untuk membela Qatar.

Menurutnya, orang-orang harus bisa lebih memahami suatu isu dan tidak memboikot Qatar.

Dikutip dari marca.com, Akon mengaku tidak paham atas sikap orang-orang tersebut.

"Saya tidak mengerti tujuan boikot. Menurut saya pribadi, di manapun kalian pergi di dunia ada budaya yang berbeda, cara hidup yang berbeda, standar hidup yang berbeda," ujar Akon pada TMZ Sports.

Qatar Dituduh Langgar HAM

Qatar disebut-sebut memperlakukan para pekerja migran dengan tidak layak.

Sejumlah pekerja migran disebut meninggal selama pembangunan tempat dan infrastruktur turnamen.

Laporan menyebut, para pekerja migran dipaksa bekerja di bawah panas yang ekstrem tanpa upah setara dan kondisi yang baik.

Beberapa orang bahkan menyamakan hal itu dengan kamp kerja paksa.

Sementara itu, sang penyanyi menyebut hal itu tak bisa disamakan dengan di AS.

"Saya pikir ketika kalian melihat tempat seperti Amerika, kita punya kencenderungan menerima hal-hal tertentu begitu saja, dan kita cenderung mengikuti hal-hal yang tidak kita mengerti."

"Bukannya berpetualang ke sana untuk memahami sendiri budayanya, memahami apa yang terjadi, kalian malah cuma ikut-ikutan karena semua orang bilang ada masalah kemanusiaan," paparnya.

Akon menyebut, hidup adalah soal komunikasi dan ia berharap orang-orang berusaha untuk mencari sudut pandang lain tak hanya mengikuti arus.

Aktor Twilight Kecam Pangeran William

Aktor film The Twilight Saga, Michael Sheen, mengecam Pangeran William gara-gara mendukung Timnas Inggris di Piala Dunia 2022 Qatar.

Bagi Michael Sheen, tindakan Pangeran William tidak pantas dan memalukan.

Piala Dunia 2022 di Qatar memang baru akan dimulai 20 November 2022, namun sudah banyak kontroversi yang menyebar.

Di antaranya soal isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) hingga pelarangan atribut LGBT.

Michael Sheen berharap, Prince of Wales ikut serta mengecam pelanggaran itu, dan bukan malah menunjukkan dukungan.

Ditambah gelarnya yang merupakan Pangeran Wales, sehingga bagi Sheen seharusnya ia mendukung Timnas Wales, bukan Inggris.

Dikutip dari akun Twitter @michaelsheen, ia bertanya-tanya apakah Pangeran William tidak mengetahui kontroversi di Qatar.

"Dia tentu saja bisa mendukung siapa pun yang dia inginkan, dan sebagai Presiden FA, perannya membuat kunjungan (ke Qatar) bisa dimaklumi."

"Tapi dia kan memegang gelar Prince of Wales, di saat yang sama hal itu tidaklah pantas."

"Tidak malu sedikit pun? Atau tidak peka terhadap masalah yang ada?" tulis Sheen pada akun Twitternya.

Komentar Sheen itu mengundang berbagai reaksi yang pro dan kontra.

Seorang pengguna Twitter menyebut gelar yang dimiliki Pangeran William hanyalah gelar pemberian, bukan karena pencapaian.

Pengguna Twitter lainnya menyebut seharusnya gelar Prince of Wales tak perlu dipermasalahkan dan William tidak harus mendukung Timnas Wales.

"Dia orang Inggris, dia boleh saja mendukung Timnas Inggris. Malahan, dia bisa mendukung timnas mana saja yang diinginkan. Tapi gelar itu memang buruk: Itu menyiratkan penaklukan negara, dan itu harus diakhiri. Dia "Prince of Wales" karena ayahnya memberi gelar itu. Secara harfiah tidak ada artinya, lebih baik dihentikan," tulis sebuah akun, dikutip dari marca.com.

"William adalah orang Inggris dan harus mendukung Timnas Inggris dengan bangga. Tidak perlu dipermasalahkan soal ini. Saya tidak berharap dia mendukung Wales hanya karena kewajiban. Mari hentikan sandiwara dan kepura-puraan gelar Price of Wales dan biarkan William menjadi dirinya sendiri," tambah akun lain.

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved