Halmahera Selatan
Berada di Halmahera Selatan, Jasri Usman "Sindir" Wali Kota Ternate
Wakil Wali Kota Ternate, Jasri Usman, menyebut, dalam pelaksanaan pemerintahan di Kota Ternate, Maluku Utara.
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Wakil Wali Kota Ternate, Jasri Usman, menyebut, dalam pelaksanaan pemerintahan di Kota Ternate, Maluku Utara.
Ada yang memahami politik secara kakuh dalam konteks adminstratif dan politik yang secara substantif.
Pernyataan Jasri ini mengarah pada hubungan dirinya dengan Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman yang belakangan tak lagi harmoni.
"Kita hadir dari dua kutub yang berbeda, satu memahami politik kakuh adminstratif, satu memahami politik yang subtantif, yang lebih terbuka,"
"Jadi ini ketemunya susah, "kata Jasri kepada TribunTernate.com, saat berada di Bacan Halmahera Selatan, Senin (28/11/2022).
Ketua DPW PKB Maluku Utara itu menegaskan, Kepala Daerah adalah merupakan jabatan politik. Sehingga tidak perlu ada kekakuhan usai melewati kontestasi politik.
"Soal kontestasi itu sudah selesai, tetapi kenapa kita harus bermusuh-musuhan lagi. Kayak lawan terus, kan kakuh kita, "cetusnya.
Dia mengibaratkan, kontestasi politik di Pilkada seperti pertandingan sepakbola. Yang mana, usai dari pertandingan, pemain tak lagi bermusuhan.
Merrka justru kembali merangkul satu dengan yang lain, karena piala telah diberikan kepada pihak yang memenangkan pertandingan tersebut.
"Piala tidak akan berpindah, piala tetap pada pemenangnya. Sehingga para pemain itu harus saling merangkul, bergandengan tangan membangun daerah. Kenapa kita tidak lakukan?, "jelasnya.
Jasri bahkan menyebut, orang yang berlatar belakang birokrat murni, susah dan kakuh menerjemahkan politik.(*)
"Birokrat murni itu susah, iya susah. Kakuh, kami nyatakan kakuh, "tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/28112022_jasriusmanhalsel.jpg)