Liga Inggris
Laporte Ditampar Kenyataan oleh Guardiola, Baru 2 Jam Tanda Tangan Kontrak Man City Langsung Latihan
Bek Manchester City, Aymeric Laporte, mengenang saat dirinya "ditampar" kenyataan oleh sang pelatih, Pep Guardiola.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Bek Manchester City, Aymeric Laporte, mengenang saat dirinya "ditampar" kenyataan oleh sang pelatih, Pep Guardiola.
Aymeric Laporte terkejut dirinya baru saja tanda tangan kontrak dengan Manchester City dan langsung disuruh latihan.
Dikutip dari manchestereveningnews.co.uk, Aymeric Laporte bergabung ke Etihad Stadium pada Januari 2018.
Baca juga: 5 PR Utama Guardiola setelah Kontrak Baru Man City: Yakinkan Erling Haaland hingga Ganti Kyle Walker
Baca juga: Guardiola dan Xavi Hernandez Rebutan Ilkay Gundogan, Kapten Man City Bakal Diikhlaskan ke Barcelona?
Sudah nyaris setengah dekade Laporte mengabdi untuk The Citizens.
Bisa dibilang Laporte lumayan berperan dalam kesuksesan Manchester City.
Selama diperkuat Laporte, Manchester City sudah memenangkan empat gelar Liga Inggris selama lima musim terakhir.
Laporte dibeli dari Athletic Bilbao seharga 57,2 juta poundsterling atau sekitar Rp 1 triliun.
Laporte termasuk salah satu bek terbaik, sehingga ia begitu penting di skuad Guardiola.
Hal ini semakin diperjelas kala Guardiola langsung melibatkan Laporte sejak awal ia bergabung.
Laporte tiba di Manchester pada hari Selasa, 30 Januari dan langsung menuju Etihad Stadium untuk tanda tangan kontrak.
Baca juga: Pelatih Inggris Gareth Southgate Tak akan Tiru Guardiola atau Klopp di Piala Dunia: Pilih Anteng
Ia ditemani keluarganya, Guardiola, dan direktur sepak bola City Txiki Begiristain.
Setelah itu, Guardiola langsung mengajaknya untuk berlatih.
"Dia (Guardiola) bilang 'Apa kamu bawa sepatu bola sekarang?' dan saya jawab 'Tidak, saya baru datang, saya belum punya sepato bola'," kenang Laporte.
"Dia bilang 'Dua jam lagi kita harus latihan'. Saya bilang 'Dalam dua minggu terakhir saya tidak latihan dan Anda meminta saya untuk latihan sekarang dua jam lagi dan saya tidak bawa sepatu, kita harus coba cari solusi'," sambungnya.
Benar saja, pihak klub membawakan sepatu bola untuk Laporte dan langsung latihan dua jam setelah tiba di kota itu.
Laporte bagaikan ditampar kenyataan oleh Guardiola lantaran secepat itu ia menjadi bagian dari raksasa Inggris tersebut.
"Hari setelah itu luar biasa, tidak bisa dipercaya," ujarnya.
5 PR Pep Guardiola setelah Perpanjang Kontrak
Ada lima tugas utama Pep Guardiola setelah memperbarui kontraknya bersama Manchester City.
Diketahui, Pep Guardiola memperpanjang kontraknya dua tahun hingga 2025.
Kini, Pep Guardiola harus fokus pada lima tugas utamanya yang sebisa mungkin dilakukan alam dua tahun ke depan.
Baca juga: Guardiola Ternyata Masih Mau Pulang ke Barcelona, Pelatih Man City: Bisa, jika Dibutuhkan
Mulai dari meyakinkan sang bintang, Erling Haaland, untuk tetap bertahan hingga mengganti Kyle Walker dari skuad utama.
Dirangkum dari manchestereveningnews.co.uk, berikut lima tugas utama Pep Guardiola:
1. Menangkan Liga Champions
Kewajiban pertama adalah hal yang paling mendasar, yakni memenangkan Liga Champions.
Manchester City selama ini belum pernah memenangkan Liga Champions.
Sedangkan Pep Guardiola terakhir memenangkan Piala UCL adalah tahun 2011 saat masih bersama Barcelona.
Memenangkan Liga Champions bukanlah segalanya dan kritik akan tetap ada.
Tapi tak bisa dipungkiri bahwa Manchester City belum pernah memenangkan gelar tersebut agaknya mengganggu.
Manchester City hanya menjadi runner-up di Liga Champions 2020/2021, di mana Chelsea adalah pemenangnya.
Mengingat seberapa dekat kemenangan itu dengan The Citizens, seharusnya tidak banyak perubahan besar yang dilakukan Pep Guardiola.
Baca juga: Kelakar Guardiola soal Mau Kembali Latih Barcelona, Pelatih Man City: Mereka Beri Saya Segalanya
2. Segarkan Lini Tengah
Manchester City memiliki kelompok gelandang yang luar biasa.
Namun waktu terus berjalan, dan para pemain semakin berumur.
Ilkay Gundogan kini berumur 32 tahun dan kontraknya akan berakhir pada akhir musim.
Ilkay Gundogan mungkin perlu diganti musim panas nanti.
Sementara itu, Bernardo Silva sudah lama memendam keinginan untuk bermain di Spanyol, sehingga ada kemungkinan dia bakal hengkang.

Kemudian Kevin De Bruyne juga akan berumur 32 tahun pada awal musim nanti.
Meski Kevin De Bruyne mungkin masih bertahan di level elite, namun Pep Guardiola tetap butuh pembaruan.
Pemain Borussia Dortmund, Jude Bellingham, kabarnya akan tetap menjadi opsi perekrutan utama.
Pep Guardiola juga menunggu perkembangan Phil Foden serta Cole Palmer.
Baca juga: Chelsea Kejar Bintang Inter Milan Rp 948 M yang Tolak Everton, Keputusan Tergantung Graham Potter
3. Cari Bek Kanan Baru
Kyle Walker selama ini tak tergantikan sejak bergabung di Etihad Stadium pada 2017.
Posturnya atletis dan kecepatannya tak tertandingi.
Belum lagi kemampuan teknis dan pemahaman taktik yang luar biasa.

Seharusnya Manchester City bisa bermain dengan level tinggi tanpa khawatir serangan balik.
Namun, selama setahun terakhir, performa Kyle Walker mulai menurun.
Ketika pemain 32 tahun itu absen juga dampaknya langsung terasa.
Sementara itu, Joao Cancelo lebih baik dipertahankan sebagai bek kiri.
Sedangkan Rico Lewis yang masih 18 tahun dianggap terlalu muda dan belum berpengalaman untuk menjadi pengganti Kyle Walker jangka panjang.
Baca juga: Omari Hutchinson Sempat Bakal Hengkang, Graham Potter Relakan Wonderkid Chelsea?
4. Yakinkan Erling Haaland
Salah satu PR Pep Guardiola adalah untuk meyakinkan sang bintang, Erling Haaland, agar tetap bertahan di Manchester City.
Bahkan nanti sampai ketika Pep Guardiola sudah meninggalkan Etihad Stadium.
Dikutip dari manchestereveningnews.co.uk, kontrak Erling Haaland akan habis pada 2027.

Kabarnya akan ada klausul yang aktif sebelum 2027 yang memungkinkan Erling Haaland meninggalkan Manchester City ke klub di luar Liga Inggris.
Pep Guardiola menjadi alasan utama Erling Haaland mau ke Manchester City.
Kini, Pep Guardiola harus bisa meyakinkan Erling Haaland untuk tetap tinggal meski jika sang juru taktik pergi pada 2025 nanti.
5. Rekrut Generasi Muda
Pep Guardiola disarankan untuk sering-sering merekrut pemain dari akademi Manchester City.
Beberapa lulusan akademi Manchester City di antaranya Phil Foden, Cole Palmer, dan Rico Lewis.
Dikutip dari manchestereveningnews.co.uk, "adik-adik tingkat" Phil Foden di akademi nantinya bisa membawa pengaruh besar bagi klub.
Merekrut lebih banyak pemain lokal muda ke skuad akan memperkuat hubungan antara Manchester City dengan penggemar mereka.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)