Senin, 13 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Bentrok Dua Desa di Halmahera Tengah, Kapolda: Dalang Kericuhan dalam Pencarian Anggota

Ada bentrok dua desa di Halmahera Tengah, karena itu kata Kapolda Maluku Utara sebut, dalang kerichuan dalam pencarian anggota.

Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Randi Basri
BENTROK: Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Midi Siswoko saat memberikan keterangan, Senin (26/12/2022). Di mana pada kesempatan itu ia menegaskan bahwa, anggota untuk mencari dalang kericuhan konflik dua desa di Halmahera Tengah. 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Midi Siswoko mengajak warga di lingkar tambang.

Yang berada di Halmahera Tengah, Maluku Utara untuk selalu menjaga Kamtibmas.

Imbauan itu disampaikan usai bentrokan dua kelompok pemuda, di Desa Lelilef Sawai, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Dijelaskannya, konflik bermula ketika ada kelompok pemuda memukuli korban. Korban merupakan penduduk Desa Lelilef Sawai.

Baca juga: Lagi dan Lagi, Polda Maluku Utara Gagalkan Peredaran Cap Tikus di Ternate

"Penduduk desa pun mencari pelaku pemukulan. Awalnya pencarian dilakukan perorangan."

"Akhirnya menjadi kelompok. Ini yang membuat eskalasi keadaan, "jelasnya, Senin (26/12/2022).

Untuk itu, hal tersebut langsung segera ditangani Polres Halmahera Tengah, dan Kodim hingga suasana kondusif.

Saat ini lanjutnya, jalanpenghubung desa dengan perusahaan tambang, sudah dibuka kembali.

Warga Desa Lelilef Sawai, juga kata Kapolda Maluku Utara, meminta untuk pelaku ditangkap.

"Untuk itu sebagai Polri, wajib melakukan pencarian tersangka pemukulan, saya sudah perintahkan cari dalangnya, "katanya.

Dia juga mengaku, dari kejadian tersebut, ada dua orang yang menjadi korban, dengan luka di bibir dan di kepala.

"Kita terus melakukan penebalan pengamanan, dengan mengirimkan petugas Brimob, "ujarnya.

Sekedar diketahui, dua kelompok warga terlibat bentrok di Desa Lelilef Sawai, Kecamatan Weda Tengah, Halmahera Tengah.

Ini dikotori oleh oknum-oknum pemuda, yang tidak bertanggungjawab. Sehingga membuat desa lingkar tambang itu mencekam.

Baca juga: Kejari Ternate Janji Tetapkan Tersangka Kasus Tipikor Vaksinasi dan Covid-19 di Tahun Depan

Kedua kelompok pemuda terlihat saling serang, di sekitar Lapangan Cekel, Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Minggu (25/12/2022) sekitar pukul 21:30 WIT malam tadi.

Kedua kelompok pemuda saling serang dengan batu, ada yang memegang parang dan balok kayu.

Aparat keamanan dari TNI dan Polri, langsung melerai kedua kelompok yang bertikai. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved