Kamis, 23 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Champions

Benjamin Pavard Tekel Lionel Messi di Laga PSG vs Bayern Munich, Neymar Marah: ''Kamu Gila!''

Pemain asal Brasil ini juga terlihat jelas meneriakkan "Kamu gila!" pada Pavard sembari menunjuk ke arah kepalanya.

|
Anne-Christine POUJOULAT / AFP
Bek Bayern Munich, Benjamin Pavard, menekel Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Lionel Messi dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) vs Bayern Munich di Parc des Princes, Selasa (14/2/2023) malam waktu setempat. 

“Dia mungkin saja mendapatkan sesuatu di atas bola, tetapi dia benar-benar menjatuhkan Messi. Itu bisa mematahkan kaki kirimu, itu jenis challenge yang tidak ingin kamu lihat dalam sebuah permainan.”

“Saya hanya melihat Messi di sana, maksud saya jika dia bisa lanjut dan baik-baik saja di pertandingan berikutnya, saya akan terkejut,"

“Saya merasa itu mendekati tantangan kuning, menyentuh merah karena itu sangat di luar kendali dan sembrono."

“Itu adalah jenis tantangan yang tidak ingin kita lihat dalam permainan karena bisa mengakhiri karier, mengakhiri musim,” pungkasnya.

Baca juga: Bayern Munich Menang atas PSG 1-0 di Liga Champions: Kado untuk Lucas Hernandez, Valentine Sempurna

Baca juga: Kekalahan di Liga Champions Bisa Berarti Musim Gagal bagi Bayern Munich, Meski Juara Bundesliga

Tanggapan Julian Nagelsmann

Pelatih Bayern Munich, Julian Nagelsmann, tetap memuji Benjamin Pavard setelah pertandingan, saat ia memainkan "pertandingan brilian" melawan sang pemenang Piala Dunia 2022, Lionel Messi.

“Kartu merahnya tidak terlalu bagus, terutama karena Benji sudah menjalani pertandingan yang brilian,” kata Julian Nagelsmann.

“Itu adalah situasi yang sulit dengan banyak kecepatan pada Lionel Messi. Itu 50-50, antara tekel atau tidak. Ini tidak terlalu bagus untuk leg kedua, tapi begitulah adanya. Hari ini, dia [Pavard] brilian, jadi itu yang penting.”

“Kami merasa bahwa kami sangat terkejut bahwa kami menguasai bola begitu banyak, dan Paris malah ingin melakukan hal yang relatif sedikit.”

“Saya tahu mereka selalu bertahan di dalam, tetapi fakta bahwa mereka sangat pasif dan sangat dalam dan tidak benar-benar dirancang untuk memenangkan bola sedikit mengejutkan saya,” paparnya.

(TribunTernate.com/Rizki A.)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved