Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Viral Video Aliran Sesat Muncul di Tangerang: Memuja Kuburan Kosong, Kini Pengikut Sudah Bertobat

Dalam video berdurasi kurang dari 10 detik itu, tampak beberapa orang duduk mengelilingi beberapa nisan kuburan kosong yang disusun dari batu.

Istimewa
Tangkap layar video kegiatan warga didiuga aliran sesat dengan memuja kuburan palsu di dalam rumah Abah Aliyudin di Kampung Cibuluh, Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sejumlah warga di Kampung Cibuluh, Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang melakukan ritual aneh yang diduga sebagai bagian dari aliran sesat.

Ritual tak lazim ini terekam kamera dan videonya pun beredar viral di media sosial.

Dari video viral yang beredar, sejumlah orang terlihat melakukan kegiatan ritual memuja kuburan kosong yang dibangun di dalam rumah sang pimpinan, Aliyudin alias Abah Ali.

Dalam video berdurasi kurang dari 10 detik itu, tampak beberapa orang duduk mengelilingi beberapa nisan kuburan kosong yang disusun dari batu.

Mereka juga terdengar melantunkan kata-kata yang diduga sebagai kalimat pemujaan.

Video tersebut pun membuat warga heboh.

Tangkap layar video kegiatan warga didiuga aliran sesat dengan memuja kuburan palsu di dalam rumah Abah Aliyudin di Kampung Cibuluh, Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.
Tangkap layar video kegiatan warga didiuga aliran sesat dengan memuja kuburan palsu di dalam rumah Abah Aliyudin di Kampung Cibuluh, Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. (Istimewa)

Baca juga: WHO Sebut Gempa Turki dan Suriah Awal Februari 2023 Ini Terburuk dalam Satu Abad Terakhir

Camat Cisoka, Encep Sahayati, membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan, pihaknya sudah membongkar makam palsu dan kosong itu.

"Kami ketahui dari video yang beredar, di mana yang melakukan itu atas nama Abah Ali. Kita langsung lakukan klarifikasi," kata Encep saat dikonfirmasi, Rabu (15/2/2023).

Pembongkaran makam palsu itu dilakukan pada Selasa (14/2/2023) agar tidak meresahkan warga.

Dari hasil pembongkaran, makam tersebut dipastikan palsu dan kosong, yakni hanya susunan batu biasa yang dibuat menyerupai makam.

"Makamnya kosong, dan saat ini yang bersangkutan dalam pengawasan baik Muspika dan MUI," kata Encep.

Pengikut Aliran Sesat Hakikinya Hakiki Bertobat

Empat warga Makassar yang diduga pengikut aliran sesat Hakikinya Hakiki akhirnya menyatakan bertaubat saat berdiskusi dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar.

Diskusi dan pertemuan ini berlangsung di Sekretariat MUI Makassar, Jl Tarakan, Kecamatan Wajo, Makassar, Senin (9/1/2023) sore.

Dua dari keempat pengikut Hakikinya Hakiki, Yoga dan Akbar, mengungkapkan pernyataannya.

Yoga menyatakan, aliran Hakikinya Hakiki yang mempunyai 13 rukun iman seperti temuan MUI Sulsel tidak benar.

Ia juga menolak kebenaran dari pengakuan pernah bertemu Allah.

"Jadi itu semua tidak benar. Jadi, kalau dibilang ajaran ini sesat, kami meminta maaf dan bersedia dibina MUI Makassar," ucap Yoga dalam pertemuan itu.

Sementara Akbar mengatakan, pengakuan pernah bertemu Nabi Muhammad, Allah, Nabi Idris, Sawerigading itu tak berdasar alias omongan ngelantur.

Selain itu, Akbar mengaku pernah mendapat ancaman teror akan dibunuh hingga terpaksa membuat pengakuan tersebut.

"Video yang viral itu, saya mengatakan itu karena saya terdesak karena satu ada yang mau membunuh saya, satu ada yang mau pukuli saya," ucapnya.

Sekretaris MUI Kota Makassar Masykur Yusuf juga memberikan keterangan saat ditemui seusai pertemuan.

"Alhamdulillah pertemuan hari ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Makassar, mengundang kelompok yang diberi nama Hakikinya Hakiki itu, itu nama kelompok saja," ujar Masykur Musa.

Setelah berlangsung diskusi dan pencerahan terhadap Yoga dan Akbar serta dua pengikut lainnya, mereka semua bersedia dibina kembali 'taubat''.

"Alhamdulillah setelah kita melakukan pertemuan, dan hari ini adalah pertemuan kedua sebagai tindak lanjut. Mereka tadi itu sudah menyampaikan pernyataan bahwa, 'apa yang saya lakukan ini salah dan dianggap sesat,'" ujar Masykur.

"Sekalipun dia tidak mengakui itu sebenarnya tidak benar itu yang dituduhkan, tapi prinsipnya mereka itu siap bertaubat dan dibina oleh MUI Kota Makassar," sambungnya.

Selain itu, guru yang dijadikan panutan keempat pengikut Hakikinya Hakiki ini, Mukhlis, sudah meninggal dunia.

"Jadi, sebenarnya mereka sadar kalau ada kesalahan yang dilakukan karena intinya mereka itu pengobatan. Tidak ilmunya, gurunya juga sudah meninggal," bebernya Masykur.

Selain aliran yang diyakini dianggap sesat, metode pengobatan Akbar dan Yoga juga dianggap menyimpang.

"Pengobatannya juga masih ada keliru, kalau dianggap pengobatan. Karena ada dalam Islam namanya tafaul, tafaul yang digunakan itu salah karena, ada Kaci. Ada emas yang dilebur, itu juga memang dianggap salah," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Geger Aliran Sesat di Kabupaten Tangerang: Warga Memuja Kuburan Kosong di Dalam Rumah

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Diduga Aliran Sesat di Tangerang, Para Pengikut Ritual Mengelilingi Kuburan Kosong di Dalam Rumah

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved