Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gempa Bumi Turki Suriah

WHO Sebut Gempa Turki dan Suriah Awal Februari 2023 Ini Terburuk dalam Satu Abad Terakhir

Total korban tewas akibat gempa bumi di Turki dan Suriah telah melampaui 41.000 jiwa, dikutip dari Al Jazeera.

Photo by Adem ALTAN / AFP
Tim penyelamat dan warga sipil mencari korban selamat di bawah puing-puing bangunan yang runtuh di Kahramanmaras, dekat pusat gempa, sehari setelah gempa magnitudo 7,8 melanda sebelah tenggara negara itu. Foto diambil pada 7 Februari 2023. 

TRIBUNTERNATE.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan gempa dahsyat yang mengguncang Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023) lalu merupakan bencana alam terburuk di kawasan itu dalam satu abad terakhir.

Pernyataan WHO ini muncul setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal dunia di negaranya tercatat sebesar 35.418 orang, Kamis (16/2/2023).

Untuk wilayah Suriah, pemerintah setempat dan PBB menyebut, ada lebih dari 5.800 orang tewas di negara berkonflik tersebut.

Rinciannya, 2.166 korban tewas berasal dari daerah yang dikuasai oposisi, dan sisanya, 1.414 orang tewas di daerah yang dikuasai pemerintah.

Sehingga, total korban tewas dari kedua negara tersebut mencapai telah melampaui angka 41.000 jiwa, dikutip dari Al Jazeera.

Puing-puing bangunan di kota tua Aleppo, Suriah pada 7 Februari 2023 setelah gempa mematikan bermagnitudo 7.8 mengguncang sebagian wilayah Turki dan Suriah.
Puing-puing bangunan di kota tua Aleppo, Suriah pada 7 Februari 2023 setelah gempa mematikan bermagnitudo 7.8 mengguncang sebagian wilayah Turki dan Suriah. (AFP/LOUAI BESHARA)

Baca juga: Korban Tewas akibat Gempa Bumi di Turki dan Suriah Capai Lebih dari 41.000 Jiwa

Baca juga: Pria Turki Viral Pegang Tangan Putrinya yang Tertimbun Reruntuhan: Dia Tak Sempat Selamatkan Diri

Baca juga: Ribuan Bangunan Hancur akibat Gempa Bumi Turki dan Suriah, Pakar: Konstruksinya Tak Penuhi Standar

Upaya Pencarian Terus Berlangsung, Harapan Semakin Tipis

Sejak gempa mengguncang kedua wilayah tersebut pada pekan lalu, tim penyelamat di Turki dan Suriah masih terus melanjutkan upaya terakhir untuk mencari dan mengevakuasi korban selamat yang terjebak puing-puing.

Akan tetapi, saat pencarian telah memasuki hari kesembilan, harapan mulai memudar. 

WHO menilai suhu ekstrem yang melanda Turki, kemungkinan besar akan membuat korban yang tertimbun reruntuhan menyerah karena hipotermia.

Selain terkendala cuaca, reruntuhan puing yang berserakan di tanah disebut menjadi penghambat para tim evakuasi untuk menemukan korban yang masih hidup.

Meski begitu sejak Kamis siang kemarin, tim penyelamat mengklaim telah berhasil mengevakuasi sembilan orang yang selamat dari puing-puing di Kota Antakya, Turki selatan.

“Masalahnya, bagaimanapun, banyak jalan kecil yang masih tidak dapat diakses, membuat tim pencarian dan penyelamatan bahkan tidak dapat menjangkau banyak bangunan yang runtuh,” ujar Julia Hahn, reporter Deutsche Welle yang melaporkan langsung dari kota di selatan Turki.

Tak hanya memicu kerugian ekonomi lebih dari 84 miliar dolar AS serta memakan puluhan ribu korban jiwa, gempa Turki dan Suriah juga menyebabkan lebih dari 7 juta anak terdampak ketakutan atas ribuan orang meninggal dunia.

"Di Turki, jumlah total anak-anak yang tinggal di 10 provinsi yang dilanda dua gempa bumi adalah 4,6 juta anak. Di Suriah, 2,5 juta anak terkena dampaknya, mereka semua kehilangan orangtua dan sanak saudara," kata juru bicara UNICEF, James Elder.

Tak hanya memberikan bantuan makanan dan tempat tinggal para relawan UNICEF dilaporkan turut menyediakan ratusan mainan dan hiburan gratis bagi para anak-anak korban gempa, sebagai bentuk pertolongan pertama pada psikologis anak.

Hal ini bertujuan untuk mencegah gangguan kesehatan mental serta dampak psikososial jangka panjang

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Korban Tewas Gempa di Turki Capai 41.000 Orang, WHO: Bencana Alam Terburuk Dalam 1 Abad Terakhir

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved