Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kemenkominfo Dorong Masyarakat Hasilkan Cuan dari Industri Digital, Medsos Tak Cuma untuk Konten

Pemanfaatan industri digital yang tepat guna, akan mampu memberi manfaat besar pada masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Istimewa
Pelatihan Literasi Digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), bekerjasama dengan Siberkreasi, platform e-commerce. 

“Namun layaknya menjalankan usaha konvensional, diperlukan pemahaman digital agar bisa memanfaatkan semua fitur yang ada tersebut,” paparnya.

Berbagai fitur dalam platform e-commerce, lanjut Budi, bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh para pelaku usaha yang menjadi seller di Lazada.

Budi menegaskan komitmen Lazada yang menyediakan khusus pelatihan bagaimana cara memanfaatkan fitur-fitur tersebut.

“Pasarnya sudah ada. Ada banyak konsumen setia Lazada yang ada di berbagai kota di Indonesia. Jadi tidak harus langsung buka toko di Bandung misalnya, tapi dengan Lazada bisa menggapai konsumen di sana,” kata Budi.

Tidak hanya platform e-commerce, media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan cuan.

Tidak hanya sekadar untuk mengunggah konten, tapi media sosial juga bisa menjadi sarana untuk berbagai unggahan tentang produk yang bisa mendatangkan transaksi pada akhirnya.

Edho Zell, Social Media Influencer dan CEO Social Bread, mencontohkan apa yang dilakukannya melalui media sosial.

“Saat ini, lebih dari 70 persen keputusan konsumen untuk membeli atau tidak itu dipengaruhi media sosial. Misalnya, sebagian besar dari kita membeli sebuah produk baru cenderung setelah melihat referensi dari media sosial,” kata Edho.

CEO Social Bread tersebut menambahkan, saat ini UMKM jadi sudah bisa bersaing dengan brand besar di media yang sama, media sosial.

“Sehingga jelas konten yang tepat dan menarik menjadi hal wajib bagi pelaku UMKM untuk bisa bersaing dengan brand besar ini. Selama kontennya menarik, dan memuat informasi produk dengan lengkap, maka sangat bisa bersaing dengan brand sebesar apa pun," ujar Edho.

Edho menegaskan pentingnya pelaku usaha mengenali keunggulan produk yang dijualnya.

“Butuh ter- dan per- untuk membuat produk atau brand kita dikenali orang. Setiap produk pasti punya kelebihan. Kalau belum ada, cari. Semakin spesifik produk, potensi terjualnya semakin tinggi dibanding kita menargetkan ke semua. Jadi saat membuat konten di media sosial, ya akan kita kaitkan dengan target pasar tersebut,” jelasnya.

Sejalan dengan Edho, Fashion Designer dan Founder Rhamala Hijab Etnik, Lia Amalia mengakui perjalanan sukses bisnisnya membutuhkan ketekunan.

“Berawal dari memasarkan produk brand lain, saat pandemi, saya justru mulai mengeluarkan produk sendiri, dan seperti kata Kak Edho, saya langsung menonjolkan ter dan per produk saya,” ujar Lia, menceritakan
perjalanan Rhamala Hijab.

“Rhamala adalah hijab terpremium pertama dari Banten,” sambungnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved