Halmahera Barat
Profil Pelabuhan Jailolo Halmahera Barat, Dulu Jadi Pusat Perdagangan Rempah Kelas Dunia
Pelabuhan Jailolo adalah sebuah pelabuhan yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, provinsi Maluku Utara.
Penulis: Faisal Amin | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM-JAILOLO- Pelabuhan Jailolo adalah sebuah pelabuhan yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, provinsi Maluku Utara.
Pelabuhan ini berada di sebelah utara Pulau Halmahera, tepatnya di Desa Hatebicara , Kecamatan Jailolo.
Pelabuhan ini berperan penting dalam aktivitas transportasi dan perdagangan di wilayah Halmahera Barat dan sekitarnya.
Pelabuhan ini menjadi tempat bongkar muat barang dari kapal-kapal yang mengangkut berbagai jenis barang, seperti hasil pertanian, perikanan, dan industri lainnya.
Selain itu, Pelabuhan Jailolo juga menjadi tempat bersinggah kapal-kapal yang akan melanjutkan perjalanan ke pelabuhan lain di wilayah Maluku Utara dan Indonesia bagian timur.
Adapun kapal yang menjadikan pelabuhan ini sebagai tempat persinggahan adalah, KM Permata Obi, KM Permata Bunda,KM Barcelona,KM AL Sudais dengan rute tujuan Ternate, Sanana,Ambon serta Manado.
Dan satu Kapal Pelni yakni KM Sabuk Nusantara dengan rute tujuan Mayau, Bitung serta beberapa pelabuhan lain di Maluku Utara.
Selain itu ada juga Kapal Expres MV Trans JB yang melayani rute Ternate Jailolo pukul 07:00 WIT pagi dan 17:00 dari Jailolo menuju Ternate.
Pelabuhan ini juga digunakan untuk kegiatan pariwisata, seperti kapal wisata yang mengunjungi berbagai destinasi wisata di sekitar Halmahera Barat.
Pelabuhan Jailolo terus dikembangkan oleh pemerintah untuk meningkatkan layanan dan fasilitasnya, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Halmahera Barat dan sekitarnya.
Baca juga: PKB Bakal Dorong Kader Potensial Maju Calon Bupati Halmahera Barat di Pilkada 2024
Sejarah Pelabuhan Jailolo
Pelabuhan Jailolo memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan dan transportasi di wilayah Halmahera Barat.
Pada masa lalu, pelabuhan ini menjadi pusat perdagangan rempah-rempah, seperti cengkeh dan pala, yang menjadi komoditas utama ekonomi di Maluku dan sekitarnya.Pelabuhan Jailolo pertama kali dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Ternate dan Tidore pada abad ke-16.
Pada masa itu, pelabuhan ini digunakan sebagai tempat persinggahan dan bongkar muat kapal-kapal dagang yang datang dari Eropa dan Tiongkok untuk melakukan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan di Maluku.
Selanjutnya, pada masa kolonial Belanda, pelabuhan ini dikembangkan menjadi pusat perdagangan dan transportasi yang lebih modern.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/14032023_pelabuhanjailolo.jpg)