Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kabar Artis

Kata Psikolog Soal Kasus Selingkuh Virgoun: Kalau Sudah Niat Selingkuh, Pernikahan Nggak akan Mulus

Menanggapi perselingkuhan seperti yang dilakukan Virgoun, psikolog Alexandra Gabriella menyinggung perihal niat, tanggung jawab, hingga komitmen.

Instagram/virgoun_
Penyanyi Virgoun 

"Kalau memang seseorang tidak memiliki niat untuk menjaga kesetiaan dan tidak memiliki niat untuk berkomitmen menjaga kejujuran dan kepercayaan dari pasangannya, biasanya memang pernikahannya nggak bisa berjalan mulus karena tidak ada respect antara dia dengan pasangannya," ucapnya.

Seseorang yang melanggar komitmen tersebut pun dinilai tidak memikirkan dampak ke depan terhadap pasangan.

"Ketika kita melanggar sebuah komitmen, artinya kan kita melanggar respect atau pun artinya kita tidak me-respect apa yang selayaknya perlu diterima oleh pasangan kita."

"Jadi maksudnya selayaknya dia mendapat kehidupan dan komitmen yang lebih baik."

"Tapi karena tidak adanya niat dan karena tidak adanya respect, akhirnya orang tersebut melanggar komitmen yang dibuat dengan pasangannya tanpa memikirkan dampak lebih jauh terhadap pasangannya," kata Alexandra Gabriella.

Psikolog Rose Mini Tanggapi Virgoun yang Disebut Punya Sindrom Narsistik

Psikolog Rose Mini juga turut membuka suara terkait dugaan perselingkuhan yang dilakukan Virgoun.

Sebelumnya, istri Virgoun, Inara Rusli mengunggah Instagram Story dalam akunnya, @mommy_starla, dan menyinggung perihal Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau sindrom narsistik.

Sosok Virgoun disebut punya sindrom narsistik

Dikutip dari YouTube SCTV, Rabu (26/4/2023), Rose Mini mengungkapkan penjelasan terkait sindrom narsistik.

"Narsistik itu adalah orang yang merasa dirinya lebih daripada yang lain, senang dikagumi, tidak bisa didebat."

"Dia merasa percaya diri, padahal sebetulnya secara harga dirinya tuh rapuh," jelas Rose Mini.

Orang pengidap sindrom ini juga mudah marah saat tak mendapatkan hal yang diinginkannya.

"Kemudian dia kadang-kadang cepet sekali marah kalau misalnya dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, untuk disanjung orang dan sebagainya."

"Disanjung orang belum tentu lawan jenis, bisa juga orang sejenis, tapi menggandrungi dia, mengidolakan dia, bisa seperti itu," imbuhnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved