Senin, 13 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemda Halmahera Timur Buka Akses di Daerah Terisolir untuk Turunkan Tingginya Angka Kemiskinan

Sekretaris Daerah Halmahera Timur , Ricky Chaerul Richfat lmenanggapi tingginya angka kemiskinan di daerahnya

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chaerul Richfat. 

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Sekretaris Daerah Halmahera Timur , Ricky Chaerul Richfat menanggapi tingginya angka kemiskinan di daerahnya sebagaimana data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022.

Dia mengatakan Kepada Tribunternate.com, bahwa memang harus diakui Halmahera Timur daerah yang tingkat kemiskinan paling tinggi.

"Kami sudah tau itu sehingga RPJMD tahun 2016-2021, kita sudah merancang untuk menekan tingginya  kemiskinan agar bisa turun," ucapnya, Minggu (7/5/2023).

Ada beberapa program Bupati Halmahera Timur menurut dia yang sementara dijalankan.

Antara lain seperti  membuka akses lokasi yang  masih terisolasi.

Misalnya  di Waisilei Utara dan Maba Utara. Karena dua lokasi itu penyumbang terbesar kemiskinan di Halmahera Timur.

“Kalau infrastrukturnya suda selesai otomatis aktivitas ekonomi pasti akan membaik karena suplai hasil-hasil mereka di sana  sudah mudah,”jelasnya.

Baca juga: KPU Provinsi Maluku Utara Usulkan Anggaran Pemilu 2024 Sebesar Rp 217 Miliar

Dia menyampaikan pihaknya membuka akses jalan tersebut  sudah berjalan tiga tahun ini.

"Selain jalan akses  jaringan internet dan listrik juga masih jadi masalah. Karena itu ada promo kerjasama dengan PLN dan Indosat bertujuan untuk membuka akses di sana,”ujarnya.

Dia menambahkan, ada juga kerjasama dengan Bakti melalui Kementrianinfokom dan sudah ada pemberian 61 titik BTS, sehingga diharapkan bisa membuka keterisolasian.

"Disana juga untuk potensi paling banyak seperti pertambangan, sehingga itu kami intervensi jangan hanya fokus CSR di satu titik lokasi lingkar tambang," tandasnya.

"Kami inginkan CSR-CSR yang ada itu bisa disingkronkan dengan program pemerintah, sehingga masyarakat yang berada diluar lingkar tambang ring satu bisa menikmati juga kucuran CSR itu, supaya adanya pemerataan," sambungnya.

Seraya menegaskan pihaknya juga meminta perusahaan pertambangan bisa lebih koperatif lagi. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved