Liga Champions
Ego Guardiola Siksa Pemain City Lawan Madrid, Terakhir Dilakukan Alex Ferguson di MU 16 Tahun Lalu
Erling Haaland dan kawan-kawannya dalam jajaran starter XI harus bermain 90 menit penuh di Stadion Santiago Bernabeu.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Sejumlah pemain Manchester City tampak kelelahan saat menghadapi Real Madrid pada leg 1 semifinal Liga Champions, Rabu (10/5/2023) WIB.
Namun, ego sang pelatih, Pep Guardiola, tampaknya cukup besar lantaran ia nekat tidak mencadangkan satu pemain pun.
Erling Haaland dan kawan-kawannya dalam jajaran starter XI harus bermain 90 menit penuh di Stadion Santiago Bernabeu.
Baca juga: Bukan Erling Haaland, Bintang Man City Ini yang Bikin Ancelotti Ketar-ketir: Jadi Sasaran Madrid
Baca juga: Gol Kevin De Bruyne ke Gawang Madrid: Dendam Mantan Pacar Bintang Man City Selingkuh dengan Courtois
Keputusan Pep Guardiola ini sangat kontroversial, mengingat semifinal UCL adalah laga besar dan butuh kehati-hatian dalam menjalaninya.
Keputusan kontroversial ini ternyata sebelumnya pernah terjadi, di mana seorang pelatih nekat tidak memakai jasa pemain cadangan di semifinal Liga Champions.
Adalah Sir Alex Ferguson yang saat itu membawa Manchester United di semifinal Liga Champions melawan AC Milan pada 16 tahun silam.
Untunglah, keputusan Sir Alex Ferguson saat itu berakhir bahagia dengan Wayne Rooney mencetak gol terakhir, membawa kemenangan 3-2 Manchester United.
Baca juga: Jack Grealish Sambat Kaki Kram Dua-duanya setelah Lawan Madrid, Winger City Singgung Dani Carvajal
Pep Guardiola Pernah Ungkap Alasan
Di tahun ini, tindakan Pep Guardiola yang bikin para fans kesal itu juga pernah terjadi dalam laga melawan RB Leipzig di babak 16 besar Liga Champions bulan Februari lalu.
Saat itu, sempat terungkap jawaban Pep Guardiola mengapa dirinya tidak mau mencadangkan pemainnya.
Semua pemain starter XI bermain utuh 90 menit dan pemain cadangan menganggur di bangku cadangan.
Pep Guardiola menyebut, dirinya bisa saja mencadangkan pemain tapi ia merasa tidak perlu.
"Saya punya kesempatan sesuai aturan untuk mencadangkan lima pemain. Tapi saya pelatihnya dan saya melakukan hanya jika saya ingin melakukannya."
"Jadi, itu bukan berarti jika saya bisa mencadangkan lima pemain maka saya harus mencadangkan kelimanya," tegasnya.
Selain itu, Pep Guardiola juga memberi jawaban sarkastik tentang kekuasaannya sebagai pelatih.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.