Liga Champions
Lautaro Martinez Sebut Final UCL Lawan City Sama dengan Piala Dunia, Kapten Inter: Beda Jersey Saja
Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, menyebut final Liga Champions dan final Piala Dunia 2022 rasanya sama.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Nerazzuri menjadi penguasa Liga Italia pada era 2000-an, sedangkan Manchetsr City merajai Liga Inggris dalam satu dekade terakhir.
Inter Milan sudah meraih 18 gelar Scudetto, dan yang terakhir pada musim 2020/2021.
Sementara itu periode juara Serie A terbanyak terjadi pada era 2000-2010.
Alessandro Bastoni Tidak Takut
Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, mengaku tidak takut dengan skuad Manchester City.
Alessandro Bastoni punya kepercayaan diri untuk menghadapi Manchester City tanpa rasa takut di final Liga Champions.
Baginya, yang perlu ditakutkan adalah sosok-sosok orang jahat seperti pembunuh, dan bukan pemain bola.
"Takut tuh dengan pembunuh, pencuri. Bukan takut ke bocah-bocah seumuran saya. Kami perlu latihan di lapangan dan bermain bola dengan pikiran yang jernih," ungkapnya.
Menjelang final UCL, ia mengaku mempelajari gaya bermain bek Real Madrid, Antonio Rudiger.
Yang dimaksud adalah cara Antonio Rudiger untuk menghalau penyerang Manchester City, Erling Haaland.
Antonio Rudiger memang bisa dibilang sukses untuk menghalau Erling Haaland pada leg 1 semifinal Liga Champions.
Namun, Antonio Rudiger tidak menjadi starter di leg 2 dan berakhir kekalahan 4-0 yang memalukan bagi Real Madrid.
Kini, Alessandro Bastoni ingin mempraktikkan apa yang dilakukan Antonio Rudiger pada Erling Haaland.
Meski demikian, ia menyadari bahwa satu kesatuan skuad Pep Guardiola merupakan ancaman, tidak hanya Erling Haaland.
"Saya telah mempelajari video-video Rudiger saat menghadapi Haaland. Kami akan mencoba mengikuti contohnya."
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.