Minggu, 19 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pasutri di Banyuwangi Tewas Bersama, Polisi Duga Penyebabnya Tak Kuat Hadapi Teror Pinjol

Polisi masih terus mendalami mengenai dugaan utang itu, termasuk, kepastian penyebab tewasnya korban perempuan.

indianexpress.com
Ilustrasi jenazah. 

TRIBUNTERNATE.COM - Satu pasangan suami istri (pasutri) di Banyuwangi ditemukan dalam keadaan tewas bersama dalam sebuah rumah.

Rumah itu berada di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur.

Adapun pasutri tersebut diketahui bernama Prico Dwi Pramadana Putra (24) dan Ida Dwi Damayanti (26).

Keduanya ditemukan pada Selasa (27/6/2023) sekitar pukul 07.00 WIB.

Kini, pihak kepolisian mengungkap ada dugaan utang di balik kasus kematian pasutri tersebut.

Menurut informasi yang dikumpulkan oleh kepolisian, korban diduga tengah terlilit pinjaman online (pinjol).

Keduanya diduga tidak sanggup menghadapi teror penagih utang.

"Informasi yang digali, kedua korban sering terlibat cekcok. Kabarnya yang perempuan memiliki tanggungan (utang pinjol),” kata Kapolsek Purwoharjo AKP Budi Hermawan, Rabu (28/6/2023).

Baca juga: IRT di Kemayoran Otaki Bisnis Aborsi Ilegal, Kehamilan Digugurkan dengan Cara Sedot Janin

Baca juga: Pria di Nunukan Sebar Foto Aib Istri Sedang BAB, Penyebab Kesal Dimarahi dan Pengaruh Sabu

Baca juga: Idul Adha 2023: Jangan Ajak Anak Kecil Menonton Penyembelihan Hewan Kurban, Berisiko Trauma

Meski begitu, polisi masih terus mendalami mengenai dugaan utang itu, termasuk, kepastian penyebab tewasnya korban perempuan.

"Pasalnya, tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban," ungkap Budi.

Namun korban perempuan ditemukan tergeletak dengan kondisi tubuh mengeluarkan cairan dari dalam hidung.

Sedangkan korban laki-laki dipastikan bunuh diri.

Saat dievakuasi, korban menunjukkan tanda-tanda gantung diri, seperti terlilit tali plastik.

“Kalau korban laki-laki murni gantung diri, sedangkan korban perempuan masih dilakukan penyelidikan,” jelasnya.

Sejumlah barang bukti juga diamankan dari lokasi kejadian, termasuk telepon seluler milik korban.

Untuk kepentingan penyelidikan, aparat memasang garis polisi di lokasi.

Ditemukan Tewas

Diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri atau pasutri tewas di rumahnya di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Selasa (27/6/2023).

Sang istri tewas dalam kondisi terlentang di dalam rumah. 

Sementara sang suami tewas gantung diri.

Pasangan suami istri itu adalah berinisial PDP (24) dan IDD (27). 

Kapolresta Banyuwangi Kombes Deddy Foury Millewa menjelaskan, sebelum pasutri tewas bersama, sejoli atau pasutri cekcok.

Hal itu diketahui dari informasi yang dihimpun polisi dari para saksi, yang merupakan tetangga korban.

Cekcok itu terjadi pada malam sebelum keduanya ditemukan tewas atau Senin (26/6/2023).

"Yang terindikasi tadi malam seperti ada KDRT antara suami istri itu. diduga ada masalah dalam rumah tangga," kata Deddy.

Soal penyulut cekcok, polisi belum dapat memastikan.

Yang jelas, keduanya telah ditemukan tewas pada pagi harinya.

"Tim dari Satreskrim berada di lokasi untuk mengecek tempat kejadian perkara dan mendalami kasus ini," tambahnya.

Dugaan sementara, cekcok yang terjadi menyebabkan sang suami kalap.

Ia kemudian melakukan KDRT ke istrinya hingga meninggal.

Merasa takut dan menyesal, sang suami memilih untuk mengakhiri hidup dengan gantung diri.

"Tapi ini dugaan sementara. Belum mengarah ke tersangka," tambahnya.

Apabila hasil penyelidikan mengarahkan status tersangka ke suami yang telah tewas, polisi akan menghentikan penyelidikan.

*) Disclaimer

Artikel ini ditayangkan bukan untuk menginspirasi tindak bunuh diri.

Jika kalian mempunyai tendesi untuk bunuh diri atau butuh teman curhat, kalian dapat menghubungi kontak di bawah ini:

LSM Jangan Bunuh Diri (021 9696 9293)

Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh.

Jika semakin parah, disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

LSM Jangan Bunuh Diri adalah Lembaga swadaya masyarakat yang didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan jiwa.

Tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk mengubah perspektif masyarakat terhadap mental illness dan meluruskan mitos serta agar masyarakat paham bahwa bunuh diri sangat terkait dengan gangguan atau penyakit jiwa.

Kalian dapat menghubungi komunitas ini melalui nomor telepon (021 0696 9293) atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Nasib Pasutri di Banyuwangi Tak Sanggup Diteror Pinjol, Berakhir Pilu Tewas Bersama, Sering Cekcok

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved