Pulau Morotai
Proyek Melekat di Dinas Pendidikan Morotai Harus Selesai Desember, Dituntut Kerja Ekstra
Sejumlah proyek yang melekat di Dinas Pendidikan baik itu bangun baru maupun Rehap ternyata baru jalan Agustus kemarin.
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI - Sejumlah proyek yang melekat di Dinas Pendidikan baik itu bangun baru maupun Rehap ternyata baru jalan Agustus kemarin.
Itu sebabnya pemegang proyek harus kerja ekstra karena ditargetkan dalam waktu empat bulan pekerjaan harus tuntas.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Morotai, Ujang Bagindo mengatakan, saat ini rata-rata progres pekerjaan sejumlah proyek, baru di angka 20-24 persen.
Tapi ada juga sudah di atas itu.
“Tentu dengan sudah waktu yang mepet ini, para pekerja dipaksa untuk kerja keras. Karena memang Desember sudah harus tuntas. Kalau tidak tuntas diberikan denda,”katanya, Senin (4/9/203).
Baca juga: Ada Pasar Murah di Morotai, Warga Borong Semua Jualan, Boy Silia: Untuk Tekan Inflasi
Ia menambahkan, semua proyek sekolah ini tersebar di enam kecamatan baik PAUD, SD dan SMP.
Total pagu anggarannya Rp 55 Miliar.
Rp 33 Miliar bersumber dari DAU dan Rp 21 miliar dari DAK.
Untuk proyek rehab ada empat lokasi yaitu SD unggulan 2, SD unggulan 1, SD Inpres Titigogoli, dan SD negeri Bere-bere.
"Sisanya bangun baru semua. Karena banyak makanya saya tara hafal,"ucapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/05092023_Kerjaproyek39.jpg)