Selasa, 28 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Viral Media Sosial

Dikubur Puluhan Tahun Lalu, Jasad di Bogor Masih Utuh dan Wangi Melati, Ini Kata Ustaz Abdul Somad

Total, ada tujuh jasad yang dinyatakan masih utuh saat makam mereka digali kembali untuk dipindahkan oleh warga dan ahli waris.

Wartawan TribunnewsBogor.com Muamarrudin Irfani
Makam satu keluarga di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor yang jasadnya masih utuh dan wangi. Rupanya, ketiga almarhum punya amalan mulia semasa hidupnya. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pembongkaran makam di Bogor, Jawa Barat tengah menjadi perbincangan dan videonya sempat viral di media sosial.

Sebab, tiga jenazah dari makam yang dibongkar itu masih utuh dan menebarkan wangi melati, padahal sudah dikuburkan selama puluhan tahun.

Ketiga jenazah itu bernama Suarma, Mariam, dan Tarmudi, mereka merupakan warga Desa Kalong, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Makam mereka dibongkar karena lokasi permakamannya berada di lahan milik PLN.

Jasad Suarma, Tarmudi, dan Mariam ikut dipindahkan bersama ratusan makam lainnya yang jumlahnya mencapai 211 makam.

Proses pemindahan makam ini pun memakan waktu lebih dari sehari.

Menurut warga setempat, makam yang kini telah dipindahkan itu rata-rata berusia di atas 20 tahun.

Sehingga, jasadnya pun saat digali sudah banyak menyatu dengan tanah.

Saat pembongkaran permakaman, ada lima jasad satu keluarga yakni Sanijan, Suarma, Nurjanah, Mariam dan Sama yang masih utuh.

Serta dua jenazah lainnya bernama Supendi dan Tarmudi.

Makam satu keluarga di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor yang jasadnya masih utuh rupanya punya amalan mulia semasa hidupnya.
Makam satu keluarga di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor yang jasadnya masih utuh rupanya punya amalan mulia semasa hidupnya. (Kolase Wartawan TribunnewsBogor.com Muamarrudin Irfani)

Total, ada tujuh jasad yang dinyatakan masih utuh saat makam mereka digali kembali untuk dipindahkan oleh warga dan ahli waris.

Menurut tokoh masyarakat setempat, Ustadz Tatang Sumantri, peristiwa yang dialami mendiang warganya itu merupakan bukti kekuasaan Sang Pencipta.

Sehingga, kata dia, sudah semestinya sebagai makhluk beragama, kita semua meningkatkan amal ibadah untuk bekal nanti di akhirat.

Ia juga menyebut, kejadian yang dialami tujuh jasad utuh itu merupakan balasan dari amal baik mereka dari Allah SWT sehingga jasadnya terjaga bahkan ada yang wangi.

"Ini kan bukan khayalan aja, kebuktian, biasanya kan sisa tulang-tulang aja," kata dia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved