Lomba Irama Cukur Kelapa Senada dengan Budaya Maluku Utara
Lomba irama cukur kelapa pada Pekan Budaya Kota Rempah 2023, yang senada dengan budaya di Maluku Utara
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Lomba irama cukur kelapa berhasil di gelar oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI di Lapangan Parkir Benteng Oranje pada hari Jumat 22 September 2023.
Acara tersebut diadakan dalam rangkaian kegiatan Pekan Budaya Kota Rempah 2023 yang bertema 'Irama Bumi Rempah Kie Raha'.
Perlombaan yang terbilang unik ini dilatarbelakangi oleh keresahan masyarakat terhadap minimnya perhatian dan minat masyarakat pada tradisi Liliyan.
Sementara, cukur kelapa sendiri menjadi bagian dari tradisi liliyan-gotong royong menyukseskan hajat tetangga. Yang mana pada pelaksanaanya, sebagian masyarakat yang terlibat dalam tradisi tersebut mendapatkan tugas untuk memarut kelapa guna memenuhi kebutuhan bahan masakan.
Baca juga: Avesina Soebli Hadiri Nobar Inisiasi BPK XXI Malut dengan Direktorat Perfilman, Musik dan Media
Kegiatan memarut kelapa dengan menggunakan alat parut (kukuran), menjadi kian seru karena proses parut kelapa dibarengi dengan pantun, nyanyian, tarian, atau bahkan dengan music pengiring lainnya.
Namun, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, tradisi itupun semakin jarang ditemui. Kini masyarakat lebih memilih menggunakan jasa catering yang lebih praktis.
Kalaupun sekadar ingin memasak dengan santan, sudah banyak pelaku usaha kecil yang menjual kelapa parut. Praktis, hal tersebut membuat masyarakat menjadi lebih malas untuk memarut kelapa secara manual.
Berangkat dari keresahan tersebut, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI, berupaya untuk melestarikan dan memajukan tradisi liliyan khususnya cukur kelapa, sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan yang memiliki ciri dan kekhasan dari Maluku Utara.
Adapun bentuk pelestarian yang dilakukan BPK Wil XXI yakni dengan mengenalkan kembali kepada masyarakat melalui penampilan maestro cukur kelapa pada acara festival kebudayaan, 20 s.d. 23 September 2023.
Sedangkan bentuk pelestariannya dilakukan melalui perlombaan irama cukur kelapa yang diadakan pada tingkat kelurahan.
Upaya pelestarian, baik itu pengenalan dan pelestarian yang dilakukan oleh BPK Wilayah XXI, lebih menekankan pada aspek “suara atau bunyi” yang dihasilkan pada proses cukur kelapa.
Hal ini dilakukan guna penyesuaian lomba dengan tema kegiatan yang ada. Adapun ketentuan lain dalam perlombaan ini diantaranya, usia peserta bebas.
Berbentuk group atau kelompok, terdiri dari minimal 15 orang tiap kelompok, dan peserta diperbolehkan menggunakan maksimal 2 jenis alat musik pengiring.
Sedangkan untuk kategori penilaian terdiri dari harmonisasi, kekompakan, dan dinamika.
Pada pelaksanannya, lomba 'Irama Cukur Kelapa' yang baru kali pertama diadakan ini, mendapat respon positif dari masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Lomba-irama-cukur-kelapa-di-Ternate.jpg)