Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Sifat Guardiola sejak Jadi Pemain Barcelona hingga Pelatih Man City Tak Berubah: Saya Ngomong Terus

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengenang masa dirinya saat masih bermain untuk Barcelona.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Twitter.com/@Doozi_45
Pelatih Al Sadd Juanma Lillo (kiri), pelatih Manchester City Pep Guardiola, dan legenda Manchester City Sergio Aguero. Pep Guardiola mengenang masa dirinya saat masih bermain untuk Barcelona 

TRIBUNTERNATE.COM - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengenang masa dirinya saat masih bermain untuk Barcelona.

Menurut Pep Guardiola, sifatnya sejak menjadi pemain hingga kini melatih klub tidaklah berubah.

Pep Guardiola mengaku sejak dahulu dirinya memang sering bicara, tak heran dirinya kerap mendapat kartu kuning.

Baca juga: Mateo Kovacic dan Ruben Dias Disalahkan Guardiola setelah Dilibas Wolves, Bos City: Kami Kocar-kacir

Baca juga: Jose Mourinho Bela Diri Lukaku Panen Gol di AS Roma: Tuh, Saya Ga Hancurkan Kualitas Ex Chelsea

Baca juga: Mateo Kovacic Disenggol Legenda Inggris, Tak Becus Gantikan Rodri: Man City Kehilangan Bola Terus

Kini, Pep Guardiola menjadi pelatih Liga Premier pertama yang kena skor dan harus menyaksikan anak asuhnya dari tribun penonton saat melawan Wolves.

"Saat saya masih jadi pemain di Barcelona, saya adalah pemain yang paling jarang terlibat adu fisik tapi saya mungkin adalah pemain yang paling banyak kena kartu kuning di Barcelona."

"Selalu begitu karena saya ngomong, ngomong, dan ngomong terus."

"Sekarang saya jadi pelatih dan masih sama saja, ketika saya melihat atau meyakini bahwa ada yang tidak adil atau tidak saya sukai, saya langsung bilang," ujarnya, dikutip dari mancity.com.

Berusaha Kontrol

Setelah laga melawan Wolves yang berakhir kekalahan 2-1 itu, Pep Guardiola sempat mengaku pandangannya lebih bagus saat duduk di tribun bersama penonton.

Namun, Pep Guardiola akhirnya mengaku dirinya lebih suka berada di lapangan dan akan berusaha mengontrol sifatnya yang banyak bicara.

"Pemandangannya sempurna. Masalahnya dengan hukuman itu adalah Anda harus berada di hotel, tapi mereka mengizinkan Anda untuk berada di sini (stadion)."

"Jadi, saya ucapkan terima kasih untuk Liga Premier karena di Liga Champions, hal itu tidak boleh terjadi," ucapnya, dikutip dari dailymail.co.uk.

Pelatih asal Spanyol itu pun mengakui bahwa sifatnya memang banyak bicara sejak menjadi pemain di Barcelona.

Kini, ia ingin berusaha untuk lebih mengontrol sikapnya itu agar tak kembali dihukum.

"Saya ingin menghindari kartu kuning dan kartu merah. Saya akan mengendalikan dan berusaha (untuk lebih banyak diam) tapi saya tidak menjamin 100 persen saya bisa mengendalikannya," akunya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved