Cuaca Panas Masih Terus Berlanjut, Ini 3 Tips Sederhana Menjaga Kulit Tetap Terhidrasi
Tahukah kamu, terpapar sinar matahari secara berlebihan nyatanya dapat memberikan dampak pada kesehatan kulit?
TRIBUNTERNATE.COM - Memasuki bulan Oktober 2023, sebagian besar masyarakat Indonesia di berbagai daerah masih merasakan cuaca yang panas.
Rasanya, musim kemarau akhir-akhir ini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengindikasikan cuaca panas di Indonesia yang berlangsung selama bulan Oktober ini.
Tahukah kamu, terpapar sinar matahari secara berlebihan nyatanya dapat memberikan dampak pada kesehatan kulit?
Menurut Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional RSAB Harapan Kita dr Mirawati Setyorini, Sp. KK (K) FINSDV.FAADV, selain melindungi dari luar, menjaga kulit agar selalu terhidrasi amatlah penting.
Menurutnya, kulit yang terhidrasi punya pertahanan lebih baik saat terpapar sinar ultraviolet.
Dampak yang disebabkan paparan cahaya matahari tidak terlalu tampak. Tentu ditambah dengan perlindungan tabir surya.
"Jadi pertahanannya lebih baik, namun pakai tabir surya tetap diperlukan," ungkapnya pada siaran Radio Kesehatan, Rabu (4/10/2023).
Agar kulit tetap terhidrasi, setidaknya bisa lakukan tiga hal sederhana di bawah ini.
1. Cukupi kebutuhan cairan tubuh
Pastikan tubuh selalu terhidrasi dengan baik setiap harinya, karena cuaca panas terik dapat mengakibatkan tubuh kehilangan cairan.
Untuk merehidrasi tubuh, perlu mengonsumsi minuman yang menyegarkan dan tinggi kadar air.
2. Gunakan pelembab
Cuaca yang lebih kering membuat kulit Anda membutuhkan lebih banyak pelembab dari biasanya.
Pilih pelembab ringan yang memiliki kandungan sesuai dengan kondisi kulit untuk memaksimalkan kulit dapat terhidrasi dengan baik.
3. Terapkan pola hidup sehat
Agar agar kulit tetap lembab, disarankan untuk menjaga kelembaban kulit dari dalam.
Perbanyak mengonsumsi buah dan sayur. Hindari mengonsumsi makanan olahan serta mengonsumsi makanan berminyak.
Bahaya Paparan Sinar Ultraviolet pada Kulit
Paparan sinar matahari secara langsung pada kulit tanpa perlindungan dapat menyebabkan kerusakan skin barrier hingga memicu kanker kulit.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun turut memberikan peringatan terkait peningkatan index sinar ultraviolet (UV) di Indonesia.
Lalu apa saja efek UV pada kulit?
Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Sabtu (19/8/2023), radiasi ultraviolet (UV) merupakan bentuk radiasi non pengion yang dipancarkan oleh matahari dan sumber buatan seperti tanning bed.
Meskipun memiliki beberapa manfaat bagi manusia, termasuk memberikan Vitamin D pada tubuh, UV juga dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Efek akut yang paling terkenal dari paparan sinar UV yang berlebihan adalah eritema, kemerahan pada kulit yang disebut sunburn.
Selain itu, sebagian besar orang akan mengalami kondisi kulit kecokelatan akibat rangsangan sinar UV terhadap produksi melanin yang terjadi dalam beberapa hari setelah paparan.
Efek adaptif lebih lanjut adalah penebalan lapisan terluar kulit yang melemahkan penetrasi UV ke lapisan kulit yang lebih dalam.
Dua perubahan tersebut merupakan tanda kerusakan pada kulit.
Perlu diketahui, kerentanan terhadap kerusakan kulit tergantung pada jenis kulit.
Mereka yang memiliki kulit yang lebih cerah akan lebih rentan terhadap sengatan matahari atau eritema, dibandingkan orang dengan kulit yang lebih gelap.
Demikian pula kemampuan untuk beradaptasi dengan paparan sinar UV juga bergantung pada jenis kulit.
Paparan kronis terhadap radiasi UV juga menyebabkan sejumlah perubahan degeneratif pada sel, jaringan fibrosa, dan pembuluh darah kulit.
Termasuk bintik-bintik, nevi dan lentigines yang merupakan area berpigmen pada kulit, dan pigmentasi kecokelatan yang menyebar.
Radiasi UV mempercepat penuaan kulit, dan hilangnya elastisitas kulit secara bertahap sehingga menyebabkan keriput dan kulit kering serta kasar.
Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak paparan sinar UV yakni melalui penggunaan produk Sunscreen di atas SPF 30 yang diaplikasikan ulang setiap 2 jam.
Saat ini, kesadaran masyarakat untuk merawat kulit pun kian meningkat, ini terlihat dari makin besarnya permintaan produk sunscreen di pasaran.
Melihat kebutuhan sunscreen ini, Implora kini menghadirkan Implora Perfect Shield Sunscreen SPF 40 PA++++.
Natasha selaku Brand Manager Implora mengatakan bahwa kehadiran sunscreen ini didorong oleh kondisi iklim Indonesia yang jauh lebih banyak terpapar sinar matahari dibandingkan negara lainnya.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara beriklim tropis tentu terpapar sinar matahari yang lebih banyak dibandingkan negara lain.
"Oleh karena itu, Implora sadar pentingnya melindungi kulit masyarakat Indonesia dari bahaya paparan sinar UV A & UV B yang dapat memicu kanker dengan mengeluarkan Implora Perfect Shield Sunscreen SPF 40 PA++++," jelas Natasha, dalam keterangannya.
Sunscreen ini, kata dia, memiliki besaran SPF sebanyak 44,33, melebihi anjuran dari BMKG sebagai proteksi bagi kulit, serta dilengkapi dengan PA++++ yang mampu memberikan perlindungan dari bahaya sinar UV A yang diketahui pantulannya bisa menembus kaca hingga ke lapisan epidermis pada kulit.
Natasha menjelaskan bahwa ini adalah hybrid sunscreen gabungan dari physical dan chemical sunscreen yang aman digunakan untuk semua jenis kulit.
Meskip memiliki SPF yang cukup tinggi, namun tekstur sunscreen ini sangat ringan, tidak menimbulkan whitecast dan mengandung bahan aktif untuk merawat kulit.
Ada pula kandungan Almond Extract, Aloe Vera Extract, Hyaluronic Acid yang diketahui dapat membuat kulit tampak lebih cerah, menghidrasi serta memberikan nutrisi pada kulit.
Ia pun berharap masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan kulit dari bahaya kanker kulit.
Satu di antaranya melalui penggunaan produk tabir surya dan reapply secara rutin.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Efek Radiasi Ultraviolet pada Kondisi Kulit, Picu Kerusakan Skin Barrier hingga Kanker Kulit
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketahui Cara Kulit Agar Tetap Terhidrasi Saat Cuaca Panas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/perawatan-wajah-dengan-es-batu.jpg)