Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Alasan Kyle Walker Ngamuk ke Staf Arsenal, Bek Man City: Kalah Ga Mau Salaman, Menang Ngajak Salaman

Bek Manchester City, Kyle Walker, akhirnya angkat bicara terkait insiden dirinya mengamuk kepada staf Arsenal.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
givemesport - Sky Sports
Bek Manchester City, Kyle Walker dan Erling Haaland terlibat adu mulut dengan staf Arsenal. 

TRIBUNTERNATE.COM - Bek Manchester City, Kyle Walker, akhirnya angkat bicara terkait insiden dirinya mengamuk kepada staf Arsenal.

Sosok staf Arsenal itu adalah bagian dari staf pelatih bernama Nicolas Jover yang dulunya bekerja di Manchester City.

Kyle Walker menyebut, amarahnya itu sebenarnya hanya perkara salaman dengan Nicolas Jover.

Baca juga: Kevin De Bruyne Tampak Kurus, Fans Man City Debat Sang Playmaker Lebih Sangar saat Berisi

Baca juga: Leroy Sane Untungkan Man City, Liverpool Siap Jor-joran Gaet Bintang Bayern Munich Gantikan Mo Salah

Baca juga: Wesley Fofana Umrah, Bek Chelsea Cedera ACL Absen Satu Musim, Fans: Berdoalah Biar Kakimu Sembuh

Bek Inggris itu menyebut, Nicolas Jover selalu menolak bersalaman ketika Arsenal dikalahkan Manchester City.

Namun, giliran Arsenal menang 1-0, Nicolas Jover dengan percaya diri mengajak Kyle Walker bersalaman.

"Saya tidak suka kalah. Dalam beberapa laga yang lalu, Nico, yang dulu bekerja untuk Man City, dia tidak mau bersalaman saat kami mengalahkan mereka."

"Saat kami kalah, dia ingin salaman dengan saya dan saya tanggapi dengan serius. Sesimpel itu," ungkapnya, dikutip dari dailymail.co.uk.

Lebih lanjut, Kyle Walker merasa reaksinya berlebihan dan berharap bisa kembali menyambung silaturahmi dengan Nicolas Jover setelah jeda internasional selesai.

Candai Amukan Kyle Walker

Legenda Manchester United, Gary Neville, bercanda soal insiden bek Manchester City, Kyle Walker, yang mengamuk ke staf Arsenal.

Gary Neville menyebut, staf Arsenal yang tak lain merupakan pelatih set-piece Nicolas Jover itu wajar membuat kesal.

Menurutnya, sesi latihan dengan pelatih set-piece memang menguras energi para pemain.

Sesi latihan bersama pelatih set-piece mengharuskan pemain fokus dengan berbagai teknik di dalam area.

Wajar jika seorang pemain kurang suka dengan pelatih set-piece dari klubnya sendiri, apalagi dalam kasus ini dari klub lawan yang baru saja mengalahkannya.

"Para pemain sepak bola kan tidak suka dihentikan pelatih set-piece kan."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved