Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Champions

Phil Foden Ga Habis Pikir Babak Pertama Man City vs Leipzig: Paling Buruk yang Pernah Saya Lihat

Gelandang Manchester City, Phil Foden, tidak habis pikir dengan penampilan skuadnya saat melawan RB Leipzig di babak pertama.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@philfoden
Gelandang Manchester City, Phil Foden, tidak habis pikir dengan penampilan skuadnya saat melawan RB Leipzig di babak pertama. 

Kemudian Josko Gvardiol ditanya soal kekalahan 7-0 melawan Manchester City di babak 16 besar Liga Champions 2022/2023.

Saat itu, Josko Gvardiol menjadi starter dan dimainkan hingga laga berakhir.

Ia mengaku belum tahu banyak soal Manchester City.

Ia teringat, rekan-rekan setimnya tidak ada yang bicara satu sama lain setelah kekalahan itu.

"Saya ingin melupakan itu. Saya ingat saya bangun tidur dan matahari bersinar tapi setelah 30 menit hujan. Rasanya kacau."

"Selama pertandingan, kami kebobolan tujuh gol dan setelah laga, tidak ada yang saling bicara," kenangnya, dikutip dari manchestereveningnews.co.uk.

Meski demikian, bintang Kroasia itu memaklumi skuadnya kalah melawan klub seperti Manchester City.

Ia juga mengaku saat itu belum terpikir untuk hengkang ke Liga Premier.

"Itulah sepak bola, kami kalah melawan para pemenang. Saya tidak tahu soal City saat itu, saya hanya fokus ke diri saya," ungkapnya.

Beda dengan Jeremy Doku

Terdapat perbedaan pendapat antara dua pemain baru Manchester City, Jeremy Doku dan Josko Gvardiol.

Keduanya termasuk pemain yang ditunggu-tunggu penampilannya oleh para fans Manchester City.

Namun, Jeremy Doku dan Josko Gvardiol punya pendapat yang berlawanan soal perasaan mereka bergabung ke Manchester City.

Mereka sama-sama bergabung saat musim panas dari Rennes dan RB Leipzig setelah Manchester City meraih gelar treble winner.

Bergabung ke klub sebesar Manchester City menjadi hal yang mudah bagi Jeremy Doku.

Dalam wawancara beberapa waktu lalu, sang winger mengaku karena klub barunya sudah besar maka mudah untuk menyatu di dalamnya.

Terlebih dengan bantuan Pep Guardiola yang berpengalaman melatih klub besar seperti Barcelona dan Bayern Munich.

"Apakah saya sudah berkembang? Menurut saya iya. Lebih mudah main di Man City. Kalian lebih sering dapat bola dalam situasi yang menguntungkan."

"Pep Guardiola memastikan saya berada dalam kondisi atau situasi terbaik untuk memanfaatkan peluang. Lebih mudah untuk menjadi penentu," ujarnya, dikutip dari insidefutbol.

Berbeda dengan Josko Gvardiol yang justru merasa karena klub barunya klub besar, maka tantangannya juga besar dan membuatnya semakin sulit.

"Ini sulit. Standarnya tinggi, ditambah musim lalu itu berbeda dengan musim ini. Semua orang sangat semangat untuk mengalahkan City. Ini menjadi tantangan besar dan kami harus menerimanya," ujar sang bek.

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved