Liga Inggris
Minta Maaf, Reaksi Guardiola Bahas Kalvin Phillips: Saya Sulit Bayangkan Dia di Skuad Man City
Gelandang bertahan Manchester City, Kalvin Phillips, adalah salah satu pemain senior yang paling jarang dimainkan.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Gelandang bertahan Manchester City, Kalvin Phillips, adalah salah satu pemain senior yang paling jarang dimainkan.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, sampai minta maaf gara-gara jarang memainkan Kalvin Phillips.
Kalvin Phillips musim ini hanya bermain delapan kali di semua kompetisi dan baru satu kali menjadi starter di Carabao Cup.
Baca juga: Man City Disebut Gampang Menang, Guardiola Bantah: Apa Kalian Tahu Perjuangan Kami Musim Lalu?
Baca juga: Rodri Bukan Alasan Man City Main Jelek, Guardiola: Musim Lalu tanpa Dia Bisa Tetap Bagus
Baca juga: Kevin De Bruyne Mulai Lari di Lapangan, Guardiola: Man City Tidak Bisa Menemukan Pengganti KDB
Pemain 28 tahun itu kini semakin dirumorkan bakal hengkang Januari 2024 nanti.
"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi kepada Kalvin Phillips. Dia punya karakter yang bagus, saya minta maaf saya tidak memainkannya."
"Saya memvisualisasikan tim saya dan memilih sebuah tim tapi saya sulit untuk membayangkan ada dia," ucapnya, dikutip dari dailymail.co.uk.
Diketahui, Kalvin Phillips diincar oleh sejumlah klub, yang terbaru adalah West Ham United.
Ia dilirik West Ham United sebagai pengganti Tomas Soucek.
Sebelum West Ham United, ada Real Madrid hingga Newcastle United yang memantau situasi Kalvin Phillips.
Pep Guardiola Bantah Gampang Menang
Pep Guardiola membantah bahwa skuadnya mudah menang.
Bahkan sejak musim lalu saat meraih treble, Pep Guardiola menegaskan bahwa Manchester City tidak semudah itu untuk bisa unggul.
Kini, Manchester City agak terpuruk setelah kekalahan melawan Aston Villa dan tiga kali imbang berturut-turut.
"Apa kalian tahu bagaimana perjuangan kami musim lalu untuk menang treble? Kami delapan, sembilan, atau 10 poin di belakang Arsenal."
"Bagaimana kami berjuang di tengah cedera dan segala masalah yang kami miliki."
"Itu normal dan itulah mengapa kami menghargai treble yang kami raih, itu sangat sulit," ujarnya, menjelang laga melawan Luton Town.
Selain itu, Pep Guardiola juga membantah bahwa Manchester City mudah untuk menang.
"Orang-orang bulang 'Man City mudah menang'. Kami bersama tim yang sama saat ini, sebelum Wolves kami tinggal satu laga untuk bisa di puncak."
"Saat jeda internasional, kami di puncak, bukan dua musim lalu. Tapi kami menghadapi Chelsea, Liverpool, Tottenham, Aston Villa, mereka tim papan atas, apapun bisa terjadi," jelasnya.
Rodri Bukan Alasan
Bagi Pep Guardiola, kehadiran Rodri memang penting namun Manchester City tidak hanya bergantung pada satu pemain saja.
Ketiadaan Rodri di musim ini langsung tampak dengan hasil laga yang tidak memuaskan.
Yang terakhir gara-gara Rodri diskors akumulasi kartu kuning, laga melawan Aston Villa berakhir kekalahan 1-0.
Pep Guardiola mengungkapkan alasan utama skuadnya tampil buruk.
"Rodri itu penting, jelas. Tapi pemikirannya terlalu sederhana kalau kita bilang cuma gara-gara satu pemain."
"Menurut saya bukan cuma karena itu, ada banyak faktor. Ada laga-laga di mana dia tidak main di musim lalu tapi hasilnya tetap bagus."
"Kami kurang konsisten dalam memroses permainan di laga terakhir. Kami tidak punya kreativitas di laga (melawan Villa), tidak ada rasa untuk menciptakan peluang," paparnya, dikutip dari manchestereveningnews.co.uk.
Kevin De Bruyne Merumput
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengonfirmasi bahwa anak asuhnya, Kevin De Bruyne sudah mulai berlari di lapangan.
Setelah absen sejak awal musim dan menjalani operasi hamstring, Kevin De Bruyne akhirnya kembali merumput.
Meski demikian, Kevin De Bruyne belum bisa kembali ke skuad.
Pep Guardiola mengaku tidak bisa menemukan pengganti Kevin De Bruyne.
Sang pelatih juga tidak ingin memaksa Kevin De Bruyne untuk kembali terlalu cepat.
"Sepertinya dia mulai berlari di lapangan tapi dia belum berlatih bersama kami. Piala Dunia (Klub) digelar dua hingga tiga minggu lagi."
"Saya tidak tahu, mungkin agak lebih awal, tapi saya tidak tahu," ujar Pep Guardiola, dikutip dari manchestereveningnews.co.uk.
Dengan kehebatan Kevin De Bruyne sebagai playmaker, Pep Guardiola merasa tidak mampu menemukan penggantinya untuk saat ini.
"Kevin itu sangat penting. Saya tidak akan menemukan pengganti Kevin, dia itu sangat penting."
"Sayangnya dia mengalami cedera berat, butuh tiga atau empat bulan (untuk pulih). Saya tidak akan menekannya, dia akan kembali saat dia sudah layak kembali."
"Dia akan kembali, dan kami akan menyambutnya dengan tangan terbuka," tuturnya.
Jurgen Klopp soal Manchester City
Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, masih yakin bahwa Manchester City akan tetap bersaing di peringkat atas klasemen untuk menjadi juara Liga Premier.
Padahal, Manchester City kini bisa dibilang terpuruk setelah hasil imbang tiga kali berturut-turut dan ditutup dengan kekalahan melawan Aston Villa.
Sejumlah fans Manchester City saja sudah mulai pesimis dengan skuad Pep Guardiola karena penampilan yang akhir-akhir ini mengecewakan.
Legenda Manchester United, Roy Keane, termasuk yang meragukan bahwa Manchester City bisa juara lagi.
Jurgen Klopp menyebut, jika sampai ada yang merasa Manchester City keluar dari persaingan juara maka pemikiran itu seperti candaan.
Hal itu diungkapkan Jurgen Klopp setelah menang 2-0 di kandang Sheffield United.
Sedangkan Manchester City tengah terpuruk, setelah imbang tiga kali berturut-turut kini dikalahkan Aston Villa 1-0.
"Kalau ada orang yang menghapus City (dari perebutan gelar) itu akan menjadi lawakan paling lucu dalam sejarah sepak bola," ujarnya, dikutip dari skysports.com.
Jurgen Klopp kemudian merasa bahwa skuadnya kini selevel dengan Arsenal yang berada di puncak klasemen.
Menanggapi optimisme Jurgen Klopp untuk Manchester City, sejumlah fans justru sudah seperti kehilangan harapan.
@baldio**: Klopp malah lebih percaya ke City dibanding fansnya sendiri
@cabello**: Tidak, kami sudah benar-benar tersingkirkan kali ini
@mcfc_e**: Untuk kali ini sepertinya kami benar-benar tersingkir
@anotherfa**: Haha Klopp punya keyakinan lebih di klub ini dibanding mayoritas fansnya
Prediksi Roy Keane
Legenda Manchester United, Roy Keane, memprediksi Manchester City akan gagal juara Liga Premier musim ini.
Bagi Roy Keane, Arsenal dan Liverpol adalah tim yang lebih masuk akal untuk juara.
Hal itu diungkapkan Roy Keane setelah penampilan Manchester City yang tidak memuaskan karena ditahan imbang Tottenham Hotspur.
Sebelumnya, Manchester City juga ditahan imbang Liverpool 1-1 dan Chelsea 4-4.
Ditambah, kini yang terbaru, Manchester City kalah 1-0 di kandang Aston Villa.
Manchester City merosot ke peringkat 4 dengan 30 poin.
Sedangkan urutan pertama ada Arsenal (36 poin), Liverpool (34), dan Aston Villa (32).
Manchester City akan mendapat trofi Liga Premier keempat berturut-turut jika musim ini menang.
Namun, Roy Keane berpendapat bahwa Manchester City seperti sudah kehabisan energi, apalagi setelah memenangkan treble.
"Saya jelas tidak akan bertaruh melawan Man City, tapi saya mulai ragu apakah City akan memenangkan gelar."
"Ada alasan mengapa tidak akan dimenangkan empat tahun berturut-turut."
"Karena untuk menjaga level tersebut tetap tinggi, dengan rasa haus kemenangan, hasrat untuk juara, kalian bisa mendapat banyak cedera, beberapa pemain terbaik juga keluar."
"Tapi yang pasti saya menyorot Arsenal dan Liverpool, terutama Arsenal dengan kekuatan dan kedalaman skuad yang mereka miliki ditambah pengalaman tahun lalu," paparnya kepada Sky Sports.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.