Liga Champions
Kalvin Phillips Diperlakukan seperti Kai Havertz, Fans City: Penalti Kasihan seperti Bintang Arsenal
Gelandang bertahan Manchester City, Kalvin Phillips, disebut-sebut mendapat perlakuan seperti penyerang Arsenal, Kai Havertz.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Gelandang bertahan Manchester City, Kalvin Phillips, disebut-sebut mendapat perlakuan seperti penyerang Arsenal, Kai Havertz.
Hal ini gara-gara penalti yang dieksekusi oleh Kalvin Phillips dalam kemenangan 3-2 melawan Red Star Belgrade di matchday 6 Liga Champions.
Sejumlah fans Manchester City menyorot persamaan Kalvin Phillips dengan Kai Havertz.
Baca juga: Penyesalan Guardiola setelah Man City Kalahkan Red Star: Bek Ini Bagus tapi Tak Bisa Saya Mainkan
Baca juga: Guardiola Putar Otak Cari Pengganti Rodri dan Kevin De Bruyne, Bos Man City: Kami Tak Diam Menunggu
Baca juga: Ederson Sakit, Stefan Ortega Starter Man City vs Red Star, Guardiola: Saya Mau Rotasi Pemain
Yakni Kai Havertz yang diberi kesempatan penalti pada laga melawan Bournemouth akhir September lalu.
Banyak yang menduga bahwa Kai Havertz diberi kesempatan gara-gara saat itu masih nihil gol sehingga dikasihani oleh rekan-rekan setimnya.
Sama seperti Kalvin Phillips yang baru dimainkan sembilan kali musim ini sehingga peluang gol pun semakin tipis.
Kini, Kalvin Phillips yang belum mencatatkan gol untuk Manchester City sejak kedatangannya pada Juli 2022 lalu diduga juga diberi kesempatan penalti agar bisa punya gol.
Penalti bintang Inggris itu terjadi ketika Micah Hamilton ditarik pinggangnya oleh Nasser Djiga di kotak terlarang.
Kalvin Phillips mengeksekusi dengan sempurna lantaran Omri Glazer salah membaca arah tendangannya.
Sejumlah fans Manchester City menganggap penalti pada menit ke-85 Kalvin Phillips itu mirip dengan situasi Kai Havertz.
@ftbl_ry**: Pep berikan Phillips perlakuan seperti Havertz
@georgeho**: Kalvin Phillips mendapat perlakuan seperti Kai Havertz
@dybxxm**: Kita memperlakukan Phillips seperti Havertz
@microsoftpa**: Haha, kita biarkan Kalvin Phillips ambil penalti kasihan seperti Havertz
Penyesalan Pep Guardiola
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memiliki satu penyesalan setelah skuadnya mengalahkan Red Star Belgrade 3-2.
Pep Guardiola berharap bisa memainkan banyak pemain akademi dalam laga matchday 6 Liga Champions tersebut.
Namun, sayangnya ada bek muda yang tidak memungkinkan untuk ia mainkan.
Sosok itu adalah Max Alleyne yang akhirnya berada di bangku cadangan sampai laga berakhir.
Pep Guardiola berhasil memainkan sejumlah lulusan akademi seperti Micah Hamilton, Mahamadou Susoho, Rico Lewis, Oscar Bobb, dan Phil Foden.
Nyaris saja sang pelatih memanggil Max Alleyne dari bangku cadangan di babak kedua namun tidak jadi.
Pasalnya, di separuh akhir babak kedua, Crvena zvezda nyaris bisa comeback.
Manchester City yang mencetak gol pembuka oleh Micah Hamilton melalui assist Matheus Nunes pada menit ke-19.
Di babak kedua, giliran Oscar Bobb menambah keunggulan melalui assist Rico Lewis pada menit ke-62.
Red Star Belgrade berusaha membalas dengan gol Hwang In-beom dari assist Bukari pada menit ke-76.
Skuad tamu mendapat kesempatan penalti gara-gara pelanggaran dari Djiga yang dieksekusi dengan sempurna oleh Kalvin Phillips.
Tim Barak Bakhar nyaris bisa menyamakan dengan gol kedua Aleksandar Katai pada injury time namun waktu habis dan laga berakhir 3-2 untuk tim tamu.
Pep Guardiola telah melakukan pergantian sembilan pemain, dan ia merasa jika Max Alleyne masuk maka terlalu berisiko.
"Tidak mudah untuk bisa memberi banyak kesempatan di level itu karena di klub-klub besar, orang-orang tidak mau menunggu, tapi situasi kami saat itu sangatlah bagus."
"Di akhir, saya ingin memainkan Max sebagai bek tengah karena ia punya kualitas istimewa dengan bola tapi permainan belum cukup bisa dikendalikan, tapi laga itu adalah pujian besar bagi akademi untuk tahun-tahun ini," tuturnya, dikutip dari manchestereveningnews.co.uk.
Dengan demikian, Manchester City lolos ke babak 16 besar Liga Champions dan berada di jajaran juara grup bersama Bayern Munich, Arsenal, Real Madrid, Real Sociedad, Atletico Madrid, Borussia Dortmund, dan Barcelona.
Serta runner up grup ada Copenhagen, PSV Eindhoven, Napoli, Inter Milan, Lazio, PSG, RB Leipzig, dan Porto.
Masih Getol Latihan
Manchester City adalah salah satu tim yang dipastikan lolos 16 besar Liga Champions 2023/2024.
Meski demikian, sang pelatih, Pep Guardiola menegaskan skuadnya tetap latihan sebelum melawan Red Star Belgrade.
Meski sudah tidak ada yang "diperjuangkan" dalam laga tersebut, Pep Guardiola tidak mengendorkan semangat skuadnya untuk tetap berjuang seperti biasanya.
"Sama seperti biasanya. Permintaan dari para pemain yang harus kita tampilkan, baik di saat buruk atau baik."
"Persiapannya sama seperti laga pertama di Manchester. Kami latihan baik pagi ini, mengadakan pertemuan, semoga kami bisa memainkan pertandingan yang bagus," tuturnya, dikutip dari manchestereveningnews.co.uk.
Pesan Pep Guardiola
Begini pesan Pep Guardiola untuk anak asuhnya menjelang laga melawan Red Star Belgrade.
Manchester City sempat mengalami tren menurun dengan tiga laga imbang dan satu kekalahan di Liga Premier.
Setelah menang melawan Luton Town, Pep Guardiola berpesan agar anak asuhnya tidak terlalu bergembira dengan keadaan.
"Hasil yang bagus akhir pekan lalu, saya analisis agar kami bisa bermain lebih bagus."
"Kami harus menemukan keseimbangan, jangan terlalu senang atau di saat bersamaan jangan terlalu depresi. Jalan masih panjang," pesannya, dikutip dari manchestereveningnews.co.uk.
Julian Alvarez Tidak Starter
Penyerang Manchester City, Julian Alvarez, kabarnya tidak menjadi starter dalam laga melawan Red Star Belgrade.
Padahal sang penyerang utama, Erling Haaland, saat ini masih cedera.
Sejumlah fans Manchester City menduga sang pelatih, Pep Guardiola, akan memainkan false nine.
Diketahui, kabar ini diungkapkan dari akun FPL Toni yang dicuitkan ulang oleh City Xtra.
Ia menegaskan bahwa Julian Alvarez hanya tidak menjadi starter, namun bukan karena cedera.
Sementara Erling Haaland masih cedera dan baru kembali latihan setelah laga Liga Champions tersebut.
Sejumlah fans Manchester City bertanya-tanya siapa yang akan menjadi penyerang.
Sebagian dari mereka menduga bahwa Pep Guardiola akan memainkan false nine.
Ada pula yang berasumsi Phil Foden yang akan memerankan false nine.
@thersla**: Saya berpikir lalu siapa yang main di depan?
@jhon**: Lalu siapa yang di depan? Kan Haaland tidak ada
@ewan1**: False nine akan kembali
@tintan**: Foden jadi false nine, siapa yang menolak?
@jmc_off**: Musim Foden jadi false nine kembali
Stefan Ortega Starter
Laga Red Star Belgrade vs Man City akan digelar pada besok, Kamis 13 Desember 2023 pukul 00.45 WIB.
Kiper utama Manchester City, Ederson, dikabarkan sedang sakit sehingga harus digantikan Stefan Ortega untuk matchday 6 Liga Champions tersebut.
Sang pelatih, Pep Guardiola, juga mengonfirmasi dirinya akan merotasi beberapa pemain.
Stefan Ortega sendiri sudah mengonfirmasi bahwa dirinya akan menjadi starter laga di Red Star Stadium itu.
"Saya senang untuk semua laga yang saya mainkan. Besok adalah kesempatan selanjutnya untuk menunjukkan versi terbaik saya," ujarnya, dikutip dari manchestereveningnews.co.uk.
Sementara itu, Pep Guardiola sempat dipaksa merotasi pemain lini depan gara-gara Erling Haaland cedera saat melawan Luton Town.
Pep Guardiola menggeser posisi Phil Foden dan Julian Alvarez yang untungnya membuahkan hasil.
Kini, Pep Guardiola akan menganalisis gaya permainan klub Serbia itu sebelum melakukan rotasi.
"Kami menganalisis para lawan, apa yang harus kita lakukan untuk memenangkan laga."
"Kami akan merotasi beberapa pemain," tegas Pep Guardiola.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.