Jumat, 15 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Jurgen Klopp: Bukan Ingin, tetapi Saya Memang Sudah Harus Tinggalkan Liverpool

Manajer Liverpool asal Jerman itu mengungkapkan bahwa dirinya bukan ingin pergi, melainkan memang sudah harus pergi.

Tayang:
Instagram/liverpoolfc
Manajer Liverpool saat ini, Jurgen Klopp 

TRIBUNTERNATE.COM - Latar belakang keputusan Jurgen Klopp meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2023-2024 masih terus dikupas.

Kini, manajer asal Jerman itu mengungkapkan bahwa dirinya bukan ingin pergi, melainkan memang sudah harus pergi.

Jurgen Klopp sendiri sudah menyampaikan pengumuman rencana hengkang dari Anfield pada Jumat (26/1/2024) lalu.

Dalam pengumumannya saat itu, dia hanya menyebut pengakuan sudah merasa terkuras energinya untuk menukangi The Reds.

Pria bernama lengkap Jürgen Norbert Klopp ini menyebut, energinya banyak terkuras ketika musim lalu dirinya gagal membawa Liverpool lolos ke Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir.

Jurgen Klopp mulai menyadari kondisi mentalnya tak lagi dalam kondisi terbaik ketika ia merencanakan kompetisi pramusim 2024-2025, pada November 2023 lalu.

Selain itu, ia menambahkan, The Reds membutuhkan seorang manajer yang bisa memberikan kontribusi setiap hari dan itu bukan dia.

Ia akan pergi setelah sembilan tahun menukangi tim Merseyside tersebut.

Terkini, saat bincang-bincang dengan Rio Ferdinand dari TNT Sports di AXA Training, manajer Liverpool itu menjelaskan lebih jauh mengenai istilah 'kehabisan energi' yang sebelumnya ia katakan.

“Bukannya saya ingin pergi, hanya saja saya memang sudah harus pergi,” ujar Jurgen Klopp ketika ditanya apakah gambaran kesuksesan Liverpool membuatnya ingin bertahan, dikutip dari This Is Anfield.

“Jika saya tidak bisa melakukan hal seperti itu, jika saya tidak bisa menjadi orang yang mendorong tim ke Liga Champions dan hal-hal seperti ini, mengapa saya harus melakukan pekerjaan itu?"

“Saya tidak pernah suka saat kamu masih bekerja dan bertanya, ‘kapan latihan? [menguap]'. Saya tidak bisa melakukan itu. Saya tidak berada pada momen seperti itu."

Lalu, ia pun menjelaskan energinya saat ini.

“Saya baik-baik saja. Memang seharusnya begitu," katanya.

“Saya tidak ingin menjadi penumpang. Pekerjaan ini terlalu penting, klub terlalu penting, dan itulah mengapa saya sudah mengambil keputusan.”

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved