Selasa, 9 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Alasan Moises Caicedo Ga Kena Kartu Merah setelah Tekel Ryan Gravenberch saat Chelsea vs Liverpool

Sempat terjadi sebuah insiden dalam laga final Carabao Cup Chelsea vs Liverpool. Chelsea Moises Caicedo menjatuhkan lawannya, Ryan Gravenberch.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Carabao Cup
Tekel pemain Chelsea Moises Caicedo terhadap gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, dalam final Carabao Cup 

TRIBUNTERNATE.COM - Sempat terjadi sebuah insiden dalam laga final Carabao Cup Chelsea vs Liverpool.

Yakni di pertengahan babak pertama, di mana pemain Chelsea Moises Caicedo menjatuhkan lawannya, Ryan Gravenberch.

Gara-gara hal itu, Ryan Gravenberch sampai harus mendapatkan perawatan tim medis.

Baca juga: Pochettino Balas Hujatan Gary Neville soal Chelsea Payah Lawan Liverpool: Padahal Saya Kenal Baik

Baca juga: Chelsea vs Liverpool Diledek Pria Lawan Bocah, padahal Umur Skuad Pochettino Malah Lebih Muda

Baca juga: Emosi Nonton Chelsea Dipermalukan Liverpool di Final Carabao Cup, Gary Neville: Saya Ga Ada Simpati

Bahkan, Ryan Gravenberch ditandu untuk bisa keluar lapangan dan akhirnya digantikan Joe Gomez pada menit ke-28.

Jika diamati, insiden itu berawal saat Moises Caicedo dan Ryan Gravenberch sama-sama mengejar bola.

Bola sampai kepada Ryan Gravenberch terlebih dahulu dan diumpan ke kanan, sisi di mana Moises Caicedo menghampiri.

Lantaran langsung berbelok ke kanan mengikuti arah bola, manuver Moises Caicedo malah merugikan lawannya.

Kaki kirinya yang bertumpu untuk manuver menginjak kaki kiri Ryan Gravenberch.

Tangan mantan pemain Brighton itu juga berada di dada sang pemain Belanda.

Namun, wasit tidak memberikan ganjaran apapun untuk aksi tekel mengerikan Moises Caicedo itu.

Tidak ada kartu kuning atau kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit Chris Kavanagh.

Mantan wasit Liga Premier, Mike Dean, menjelaskan mengapa Moises Caicedo bisa bebas dari hukuman.

Dari pendapat pribadi Mike Dean, seharusnya muncul kartu kuning.

Namun, sepertinya wasit menganggap itu bukan pelanggaran serius.

"Saya rasa dia (Caicedo) kedapatan menempatkan kakinya di kaki (Gravenberch). Ini agak seperti kemarin (Harry Maguire vs Fulham), tapi tidak separah itu."

"Chris mencoba untuk melanjutkan laga, kedua kalinya itu bukan pelanggaran."

"Bagi saya, itu bisa menjadi peringatan, atau kembali memberinya kartu, itu adalah pelanggaran kedua dari Caicedo, jadi dia di ambang batas."

"Saya tahu VAR tidak bisa memberitahu wasit tapi tekel semacam itu, yang dia lihat pelanggaran, tapi berusaha melanjutkan laga."

"Itu yang dikatakan pada wasit bahwa 'Itu bukan pelanggaran serius, tapi harusnya kartu kuning'. Itu pelanggaran kartu kuning, tidak ada keraguan," ujarnya via Liverpool Echo.

Umur Skuad

Chelsea menjadi bulan-bulanan para fans sepak bola gara-gara kalah melawan Liverpool di final Carabao Cup.

Kemudian muncul kritikan pedas yang menyinggung soal umur dari skuad Chelsea dan Liverpool.

Chelsea yang berisi skuad utama disebut seperti sosok pria yang menghadapi bocah-bocah lantaran Liverpool memainkan para pemain akademi.

Lantaran pemain skuad utama seperti Mo Salah hingga Alisson Becker cedera, maka Jurgen Klopp tak punya plihan selain menerjunkan para pemain muda yang jarang dimainkan.

The Blues disebut begitu payah lantaran masih saja kalah melawan skuad yang lebih muda.

Namun, ternyata jika dihitung dari rata-rata umur pemain kedua tim sampai laga berakhir, justru pemain Chelsea yang lebih muda.

Rata-rata umur pemain Liverpool secara kasar adalah 24,09 tahun sedangkan pemain Chelsea 22,60.

Umur median dari kedua kubu adalah 25 tahun untuk Liverpool dan 23 tahun untuk Chelsea.

Mauricio Pochettino Balas Hujatan

Pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino, membalas komentar negatif dari legenda Manchester United, Gary Neville.

Gary Neville kesal melihat Chelsea dipermalukan Liverpool di final Carabao Cup.

Pasalnya, Liverpool memainkan bocah-bocah akademi yang jarang tampil karena para pemain penting cedera.

Sedangkan Chelsea yang berisi skuad utama masih saja gagal mencetak satu gol saja.

Mauricio Pochettino mengaku tidak tahu harus merespons apa terkait komentar dari Gary Neville.

"Saya tidak dengar apa yang dia katakan, tapi kalau kalian membandingkan umur dari kedua tim, saya rasa mereka sama saja."

"Saya punya hubungan baik dengan Garu dan saya tidak tahu bagaimana saya merespons pendapatnya."

"Tapi saya menghormati pendapatnya," tuturnya via theguardian.com.

Lebih lanjut, Mauricio Pochettino merasa bangga dengan anak asuhnya meski pastinya ada perasaan kecewa.

"Mereka perlu merasakan sakit. Kami main demi trofi tapi tidak mendapatkannya."

"Apa yang bisa kalian bilang agar kami merasa lebih baik? Tidak ada. Mereka perlu merasakan sakitnya," kata sang pelatih.

Komentar Gary Neville

Legenda Manchester United, Gary Neville, kesal melihat Chelsea dipermalukan Liverpool di final Carabao Cup.

Liverpool akhirnya bisa juara Carabao Cup dengan skor tipis 1-0 setelah laga dramatis disertai extra time.

Skuad Jurgen Klopp berhasil memenangkan trofi EFL melalui gol Virgil van Dijk pada menit ke-118.

Sedangkan Chelsea yang lebih banyak menciptakan peluang di depan gawang malah kesulitan gol hingga akhir.

Padahal peluang emas berkali-kali diciptakan oleh sejumlah pemain Chelsea, terbanyak oleh Conor Gallagher.

Ditambah Liverpool berisi skuad bocah-bocah akademi yang jarang dimainkan, apalagi di laga besar, semakin menambah kesal Gary Neville melihat tim Mauricio Pochettino.

Mengingat skuad yang mayoritas dibelanjakan oleh Todd Boehly itu berisi pemain mahal seperti Moises Caicedo dan Enzo Fernandez yang memecah rekor.

"Ini tuh bocah-bocahnya Klopp melawan tukang botol miliaran poundsterling," ujar Gary Neville via Sky Sports.

"Saya tidak punya simpati (ke Chelsea) atau apapun itu," tambahnya kesal.

Komentar sebelum Laga

Sejumlah pemain penting Liverpool bakal absen dalam laga final Carabao Cup menghadapi Chelsea.

Mulai dari sang kiper andalan, Alisson Becker hingga sang bek bintang Trent Alexander-Arnold.

Menanggapi hal itu, pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino turut bersimpati.

Meski skuad Chelsea sendiri sudah menghadapi badai cedera sejak musim lalu.

"Ya, saya selalu memahami (rasanya banyak cedera). Saya tidak pernah suka melihat tim lawan atau tim secara umum yang menderita dengan para pemain cedera."

"Jelas, saya tekankan, kami paham karena kami juga sudah menghadapi itu sejak awal musim. Rasanya selalu sulit, saya paham," ujarnya via football.london.

Prediksi Paul Merson

Simak prediksi skor laga Liverpool vs Chelsea di final Carabao Cup oleh legenda Arsenal, Paul Merson.

Paul Merson mengungkapkan peluang dari Liverpool dan Chelsea untuk laga yang digelar di Wembley Stadium pada Minggu 25 Februari 2024 pukul 22.00 WIB itu.

Sang pundit menyorot banyaknya pemain cedera di kubu Mo Salah dkk.

Saat ini, Liverpool masih berada di puncak dengan 60 poin, sedangkan Chelsea juga masih bertengger di urutan ke-10 dengan 35 poin.

Chelsea baru-baru ini menunjukkan penampilan solid dan cukup konsisten di bawah Mauricio Pochettino.

"Dengan Moises Caicedo dan Enzo Fernandez main bagus bersama, Chelsea sekarang sudah tampak seperti satu kesatuan."

"Tidak ada kesatuan di tim sebelumnya, namun kini mereka tampak seperti ancaman," komentarnya di sportskeeda.

Jika dilihat dari daftar cedera kedua kubu, Chelsea dan Liverpool sama-sama kehilangan banyak pemain.

Hanya saja, Chelsea mayoritas diisi oleh para pemain yang memang sudah cedera panjang.

Ada Benoit Badiashile, Reece James, Wesley Fofana, Marc Cucurella, Thiago Silva, Carney Chukwuemeka, Lesley Ugochukwu, dan Romeo Lavia.

Sedangkan di skuad Jurgen Klopp diisi oleh pemain dari skuad utama alias starter reguler.

Seperti Alisson Becker, Trent Alexander-Arnold, Joel Matip, Diogo Jota, Thiago Alcantara, Curtis Jones, Ben Doak, dan Stefan Bajcetic.

Belum lagi Mo Salah, Dominik Szoboszlai, dan Darwin Nunez yang harus diperiksa menjelang laga.

Banyaknya cedera pemain penting di Liverpool cukup menguntungkan bagi Chelsea.

"Semua orang bisa menang laga ini, tapi itu adalah bonus besar untuk Chelsea. Saya rasa tidak bakal seperti ini kalau empat minggu lalu, laga ini seperti menunggu kekalahan Liverpool," ujarnya.

Jika sampai Mo Salah danDarwin Nunez main laga ini, maka Liverpool masih berpotensi untuk menang.

Namun jika tidak, maka tak ada pilihan selain kemenangan Chelsea.

Prediksi Paul Merson: Chelsea 2-1 Liverpool

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved