Rabu, 13 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Cristiano Ronaldo

Arsene Wenger Sesalkan Cristiano Ronaldo Batal ke Arsenal, Ditikung Manchester United

Eks pelatih legendaris Arsenal, Arsene Wenger, mengungkapkan penyesalannya tak bisa membawa Cristiano Ronaldo ke London utara.

Tayang:
Twitter/Cristiano
Cristiano Ronaldo, striker tim nasional Portugal 

TRIBUNTERNATE.COM - Eks pelatih legendaris Arsenal, Arsene Wenger, mengungkapkan penyesalannya tak bisa membawa Cristiano Ronaldo ke London utara.

Arsene Wenger sendiri sudah menukangi tim berjuluk The Gunners itu selama 22 tahun, sebelum meninggalkan jabatan pelatih pada 2018.

Saat ini, Arsene Wenger sedang tidak melatih klub atau tim nasional mana pun.

Namun, ia sudah ditunjuk sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola FIFA, sejak November 2019.

Juru taktik berkebangsaan Prancis itu dikenal dengan kemampuannya mengendus talenta-talenta muda sepak bola.

Bahkan, ia sudah membawa sederet pemain yang berkembang jadi bintang ke Arsenal.

Misalnya, Thierry Henry, Robert Pires, Freddie Ljungberg, Cesc Fabregas, hingga Mesut Ozil.

Arsene Wenger juga sudah mengincar beberapa pemain berbakat saat dirinya menjabat sebagai pelatih di klub yang sudah berusia 137 tahun itu.

Seperti Lionel Messi, Eden Hazard, hingga Zlatan Ibrahimovic, tetapi dia dan klub tidak merekrut mereka sama sekali.

Namun, saat berbicara dengan situs resmi Arsenal, arsenal.com, Arsene Wenger mengungkap penyesalannya karena gagal memboyong Cristiano Ronaldo.

Dan itu adalah salah satu penyesalan terbesar dalam karirnya.

Saat itu, Cristiano Ronaldo masih bermain di Sporting CP, ketika Arsenal mengincar dan mencoba melakukan kesepakatan dengannya.

“Pemain yang jelas [kami lewatkan] yang terlintas dalam pikiran adalah [Cristiano] Ronaldo. Dia dulu sudah ada di sini bersama ibunya, dan kami sangat dekat [dengan kesepakatan,” kata juru taktik berusia 74 tahun itu.

Lalu, Arsene Wenger mengungkap bagaimana Arsenal ditikung Manchester United dalam hal kesepakatan transfer pemain Portugal berjuluk CR7 itu.

“Selalu ada sesuatu yang bisa kamu lakukan secara berbeda, tapi masalah dalam hal negosiasi adalah mengetahui kapan kamu menyerah dan kapan kamu tidak menyerah," jelasnya.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved