Liga Inggris
Gara-gara Moises Caicedo, Ryan Gravenberch Cedera Ligamen saat Chelsea vs Liverpool di Carabao Cup
Gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, menjadi korban tekel horor pemain Chelsea, Moises Caicedo.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Dari pendapat pribadi Mike Dean, seharusnya muncul kartu kuning.
Namun, sepertinya wasit menganggap itu bukan pelanggaran serius.
"Saya rasa dia (Caicedo) kedapatan menempatkan kakinya di kaki (Gravenberch). Ini agak seperti kemarin (Harry Maguire vs Fulham), tapi tidak separah itu."
"Chris mencoba untuk melanjutkan laga, kedua kalinya itu bukan pelanggaran."
"Bagi saya, itu bisa menjadi peringatan, atau kembali memberinya kartu, itu adalah pelanggaran kedua dari Caicedo, jadi dia di ambang batas."
"Saya tahu VAR tidak bisa memberitahu wasit tapi tekel semacam itu, yang dia lihat pelanggaran, tapi berusaha melanjutkan laga."
"Itu yang dikatakan pada wasit bahwa 'Itu bukan pelanggaran serius, tapi harusnya kartu kuning'. Itu pelanggaran kartu kuning, tidak ada keraguan," ujarnya via Liverpool Echo.
Jurgen Klopp soal HInaan ke Chelsea
Jurgen Klopp mengaku tidak paham dengan hinaan 'botol' ke Chelsea yang skuadnya kalahkan di final Carabao Cup.
Diketahui, Chelsea dihina oleh legenda Manchester United, Gary Neville bahwa skuadnya berisi tukang botol seharga jutaan poundsterling.
Kata-kata botol, bottle, bottled, atau bottling memang umum digunakan di dunia olahraga sebagai ledekan.
Ledekan botol ini terucap jika sebuah klub yang sudah melaju dengan pencapaian tinggi namun akhirnya kalah.
Kata 'bottle' sendiri berasal dari istilah slang orang Cockney atau warga di London Utara.
Sedangkan Chelsea juga sudah melaju jauh ke final Carabao Cup namun malah kalah.
Jurgen Klopp mengaku tidak paham dengan kata-kata tersebut namun tetap membela Enzo Fernandez dan kawan-kawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Tekel-Chelsea-Moises-Caicedo-Liverpool-Ryan-Gravenberch-dalam-final-Carabao-Cup.jpg)