Liga Inggris
Kai Havertz Nangis Arsenal Ditikung Man City, Ex Chelsea: Ga Adil tapi Kami Harus Terima
Bintang Arsenal, Kai Havertz, tampak berurai air mata setelah kemenangan melawan Everton.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Bintang Arsenal, Kai Havertz, tampak berurai air mata setelah kemenangan melawan Everton.
Pasalnya, kemenangan itu tidak bisa membawa Arsenal menjadi juara Liga Premier.
Lantaran di saat yang bersamaan, Manchester City yang sudah unggul di poin juga menang melawan West Ham United dan kembali menjadi juara selama empat musim berturut-turut.
Baca juga: Bisa-bisanya Fans West Ham Sindir Declan Rice di Kandang Man City setelah Arsenal Gagal Juara Lagi
Baca juga: Vladimir Coufal soal Kelakuan Declan Rice setelah Pindah Arsenal, Bek West Ham: Punya Perang Sendiri
Kai Havertz sempat mencurahkan isi hatinya soal Arsenal yang kini puasa gelar Liga Premier selama 20 tahun.
Mantan pemain Chelsea itu menganggap rasanya tidak adil perjuangan berat tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
"Untuk sekarang saya belum bisa memikirkan hal itu. Terkadang dalam sepak bola memang tidak adil tapi kami harus menerimanya."
"Sepak bola itu susah. Tapi semoga kami bisa berjuang lagi tahun depan dan memberikan fans Arsenal apa yang mereka berhak dapatkan."
"Tapi saya berjanji pada mereka musim depan kami akan menjadi tim yang lebih baik dan kami akan memberikan segalanya lagi," janjinya via TNT Sports.
Fans Arsenal Dirundung
Beredar viral video seorang suporter Arsenal yang dirundung oleh sekumpulan fans Chelsea.
Arsenal tengah berduka gara-gara kembali gagal menjadi juara Liga Premier karena ditikung Manchester City di penghujung musim.
Meski Arsenal menang melawan Everton, namun kemenangan Manchester City atas West Ham United jadi tak bisa mengubah nasib The Gunners di posisi kedua klasemen.
Mungkin kesedihan itulah yang dialami Gooners yang nekat berjalan di area luar Stamford Bridge setelah laga kemenangan Chelsea melawan Bournemouth.
Para fans Chelsea tentunya masih bisa bersenang-senang lantaran mengakhiri musim di peringkat 6 setelah sebelumnya di posisi 12.
Ditambah rival London mereka kembali puasa gelar liga padahal nyaris menang.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.