Derap Nusantara
Menggugah Kepedulian Generasi Muda untuk Kelestarian Mangrove
BLDF bahkan sudah menyumbang 1 juta mangrove untuk sejumlah daerah, yang sebagian besar diarahkan di Mangunharjo
Manfaat-manfaat itulah juga yang dirasakan masyarakat pesisir di tiga desa di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang saat ini dikenal dengan kawasan Blok M, yaitu Mangunharjo, Mangkang Wetan, dan Mangkang Kulon.
Sabuk pasir
Berkat tangan dingin Sururi selama 27 tahun, pantai gundul di kawasan Blok M yang selalu terserang abrasi itu, akhirnya diubah menjadi hutan mangrove dengan ekosistem khas pantai yang dipenuhi biota laut, burung, kepiting dan lain-lain.
Abrasi juga mampu ditangkal, bahkan, muncul daratan yang terus menjorok ke laut.
Daratan berupa pasir sepanjang 1,5 kilometer garis pantai itu, saat ini mempunyai lebar 300 meter yang kemudian disebut sebagai sabuk pasir. Artinya daratan yang hilang sedikit demi sedikit kembali dimunculkan.
Sabuk pasir itu menjadi penghalang ombak menerjang mangrove yang baru ditanam, sehingga angka tumbuh mangrove di lokasi itu mencapai 70 persen, sebuah capaian yang bagus.
Sururi yang akhirnya mendapatkan Kalpataru di Tahun 2024 itu mengungkap 27 tahun yang lalu jarak rumahnya dengan pantai tidak sampai satu kilometer karena terkena abrasi.
Dia bersyukur, kini pantai makin maju dan jarak rumahnya ke pantai sudah hampir 2,5 kilometer.
Keberhasilan lelaki itu membangun hutan mangrove dan menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat setempat juga membuat banyak pihak berdatangan untuk belajar dan menjadi praktik terbaik bagi daerah lain yang mempunyai kasus abrasi pantai.
Sudah ratusan orang, terdiri atas peneliti, mahasiswa, dan pelajar dari dalam dan luar negeri berdatangan untuk menimba ilmu dari lelaki tersebut.
Sebelum meraih Kalpataru, sejumlah pihak juga mengganjar berbagai penghargaan, seperti Juara 1 Lomba Kelompok Intam (Intensifikasi Tambak) 1996/1997, dan Juara 2 Adibakti Mina Bahari dari Kementerian Kelautan 2009 dan Undip Award 2009 kategori Pelestarian Lingkungan Hidup Wilayah Pantai.
Lelaki penjaga pantai itu juga tak segan berbagi ilmu mangrove dengan menggelar workshop dan menjadi pembicara di berbagai seminar.
Salah satu workshop yang digelar dengan momentum Hari Mangrove Sedunia tahun ini adalah lokakarya mangrove yang digelar Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) di lokasi pembibitan mangrove di Desa Mangkang Wetan.
Sekitar 60 mahasiswa yang sebagian besar dari perguruan tinggi di Semarang dan sekitarnya mengikuti acara itu dengan narasumber Sururi dan Prof Sudharto P Hadi (Guru Besar UGM yang sebenarnya adalah mentor Sururi sejak tahun 1999).
Narasumber lain adalah Jerhemi Owen, konten kreator yang juga pegiat lingkungan. Owen yang mempunyai kanal di medsos @jerhemynemoo itu, bahkan, ikut terjun menanam mangrove, sekaligus membuat konten agar kaum muda menjadi lebih cinta lingkungan sebagai gaya hidup.