Sabtu, 11 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Besi dan Baja Dominasi Komoditas Ekspor Maluku Utara per September 2024

Nilai ekspor maluku utara per September 2024 mengalami peningkatan, besi dan baja menjadi komoditas andil terbesar ke negara tiongkok

Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Randi Basri
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Nurhidayat Maskat didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara, Ir Sri Haryanti Hatari,Selasa (15/10/2024). 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE- Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara mencatat nilai ekspor Provinsi Maluku Utara pada September 2024 secara bulanan mencapai 930,81 juta USD.

Jika dikonversikan ke dalam nilai rupiah setara dengan Rp14,5 triliun.
 
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara Nurhidayat Maskat mengaku, angka ini meningkat 14,61 persen dibanding Agustus 2024 yang hanya 812,13 persen.

Baca juga: Dihubungi Surya Paloh, Sherly Tjoanda Nyatakan Siap Gantikan Almarhum Benny Laos sebagai Cagub Malut

Sementara secara tahunan, nilai ekspor Maluku Utara pada September 2024 pun meningkat sebesar 14,68 persen.

"Nilai ekspor September 2024 mengalami peningkatan secara bulanan maupun tahunan,” ucap Nurhidayat Maskat, Selasa (15/10/2024).

Dikatakan, share ekspor Maluku Utara pada bulan September disumbang oleh sejumlah komoditas.

Diantaranya Besi dan Baja sebesar 57,75 persen, Nikel 37,15 persen, Bahan Kimia Anorganik 4,75 persen, Logam Dasar Lainnya 0,28 persen, serta Ikan dan Udang 0,07 persen.

"Share terbesar komoditas besi dan baja," katanya.

Nurhidayat menuturkan, Tiongkok masih menjadi negara pangsa ekspor Maluku Utara terbesar mencapai 88,86 persen. Kemudian Norwegia 6,86 persen, dan India 3,36 persen.

Baca juga: Zulkifli Hi Bayan Resmi Jabat Ketua DPRD Halmahera Tengah Malut Periode 2024-2029

Pada bulan September 2024, Maluku Utara juga mengekspor sejumlah komoditas melalui pelabuhan ekspor lainnya di Indonesia. 

Di antaranya ekspor Ikan dan Udang sebesar 0,04 juta USD melalui Pelabuhan Jawa Timur, Perhiasan/Permata , Lak, Getah, dan Damar sebesar 0,27 USD melalui DKI Jakarta.

“Dan melalui pelabuhan Provinsi Bali, Maluku Utara mengekspor Ikan dan Udang sebesar 0,00⊃1; juta USD,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved