Graal Taliawo
Rapat Bersama Kementan, Dr Graal Taliawo Dorong Pertanian Maluku Utara
"Berbicara pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Maluku Utara, maka harus bicara seputar pertanian dan perikanan, "kata Graal Taliawo
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Bertempat di Ruang Sriwijaya Gedung B DPD RI, Komite II DPD RI melakukan rapat kerja (raker) bersama Kementerian Pertanian (Kementan).
Rapat ini ikut dihadiri Menteri, Wakil Menteri (Wamen) beserta jajaran maupun Komite II pimpinan dan anggota.
Mentan Andi Amran Sulaiman membuka paparan dengan menyampaikan capaian kinerja Kementan selama 2020–2024, dari berbagai aspek secara nasional di berbagai daerah.
Tidak hanya itu, ia juga melanjutkan dengan pembahasan program kerja (Proker) Kementan 2025 mendatang di tengah efisiensi anggaran.
Baca juga: Terungkap Penyebab Kematian Kim Sae Ron, Bukan Serangan tapi Henti Jantung Akibat Upaya Akhiri Hidup
Disisi lain Dr. R. Graal Taliawo mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Menteri, Wamen serta jajaran Kementan.
Sektor pertanian, menurutnya, adalah masa depan yang layak diperjuangkan oleh Maluku Utara pun Indonesia.
"Saya yakin bahwa pertanian adalah sumber daya alam (SDA) berkelanjutan yang potensinya luar biasa jika dimanfaatkan secara optimal, "kata Graal dalam keteranganya diterima TribunTernate.com, Selasa (18/2/2025).
Graal Taliawo juga mengaku, DPD RI dan Kementan harus saling mendukung dan bersinergi.
Supaya arah kebijakan pemerintah pusat (Pempus) memfokuskan dengan saksama, pada pemanfaatan dan pengembangan sektor pertanian.
Berikut beberapa poin yang didorong Dr. Graal Taliawo guna Maluku Utara perlu pengembangan sektor pertanian:
Dikatakan, berbicara pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Maluku Utara, maka harus bicara seputar pertanian dan perikanan.
Profesi petani dan nelayan adalah profesi purba sejak dahulu kala dan profesi mayoritas di Maluku Utara.
Dalam kesempatan rapat kerja ini, Dr. Graal menyampaikan masalah sektor pertanian di Maluku Utara.
Ada catatan isu nasional dan isu lokal Maluku Utara, yang perlu diperhatikan dengan cermat, pun ia merekomendasikan langkah tindak lanjutnya.
Stimulus Petani dan Produksi Komoditas
Pertama, anggota DPD-RI kelahiran Wayaua, Bacan ini, menyoroti tentang petani dan produksi pertanian perkebunan.
Di Maluku Utara, generasi muda cenderung enggan bertani dan beralih ke profesi lainnya misalnya sektor pertambangan, sehingga pekerja di sektor pertanian menurun, pun beberapa produksi komoditas tertentu ikut menurun.
Peralatan bertani pra dan pasca panen yang masih sederhana juga tersorot.
Saya merekomendasikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian untuk menstimulasi generasi muda dan masyarakat usia produktif bertani: beasiswa pendidikan formal/nonformal bagi generasi muda di setiap desa yang berminat studi ilmu pertanian.
"Juga mempertimbangkan penambahan jumlah penyuluh pertanian dengan sistem kerja yang jelas dan dampaknya terukur bagi petani, "jelasnya.
Dr. Graal menambahkan bahwa perlu untuk melakukan pembenihan dan peremajaan komoditas di setiap desa supaya ada berkelanjutan komoditas.
Dan memberi dukungan peralatan dan perlengkapan bertani yang semi modern dan sederhana guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
Hilirisasi Sektor Pertanian Perkebunan
Kedua, sesuai komitmen, Dr. Graal akan terus menyuarakan terkait hilirisasi di sektor pertanian perkebunan.
Selama ini produksi komoditas unggulan Maluku Utara kelapa, pala, cengkeh cenderung masih dalam bentuk mentah setengah mentah, belum menyasar produk olahan tertentu yang bernilai ekonomi lebih.
Terlebih, masyarakat petani terkendala memasarkan produk olahan. Sisi lain, kemampuan sumber daya masyarakat petani Maluku Utara masih terbatas dalam mengolah hasil tani/kebun menjadi produk olahan tertentu, termasuk di area yang komoditasnya tinggi.
Dr. Graal mengusulkan ada pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat petani yang terhimpun dalam koperasi tani sekitar 22 unit di Maluku Utara untuk mengolah hasil pertanian perkebunan menjadi produk olahan tertentu yang bernilai tambah ekonomi.
Yakni meliputi transfer pengetahuan, pemberdayaan berbasis komunitas/UMKM, penyediaan alat pengolahan yang sederhana, dan cara memasarkan hasil olahan.
Lulusan Universitas Indonesia ini menekankan bahwa komoditas hasil tani/kebun perlu diolah terlebih dulu di daerah komoditas melalui pembangunan sentra hilirisasi pertanian di daerah yang kaya akan komoditas tertentu.
Maluku Utara juga perlu menggalakkan penanaman pangan lokal berbasis keluarga untuk pangan sehari-hari warga dengan pemberian bibit unggul dan pupuk organik.
Pembangunan Jalan Tani
Ketiga, Dr. Graal menyatakan bahwa selama turun lapangan, banyak warga yang menyampaikan kebutuhan jalan tani untuk menunjang produktivitas.
Seperti di Desa Bukit Durian (Kecamatan Oba) dan Desa Gosale (Kecamatan Oba Utara) di Kota Tidore Kepulauan, Desa Tewil (Kecamatan Maba Kota) di Kabupaten Halmahera Timur serta di desa lainnya.
Ia pun meminta pemerintah untuk mengupayakan pembangunan jalan tani tersebut. Pertanian/perkebunan layak menjadi masa depan Maluku Utara dan Indonesia.
"Semangatnya adalah pemberdayaan warga melalui sumber daya alam berkelanjutan yang ada di sekitar, "tutup pegiat politik gagasan ini. (*)
| Graal Taliawo Gandeng Investor Tiongkok, Dorong Perikanan dan Pertanian Malut |
|
|---|
| Mudik Antarpulau di Maluku Utara Selalu Ramai, KSOP dan Pelindo Diminta Tingkatkan Pelayanan |
|
|---|
| Graal Taliawo: Perda Masyarakat Adat Penting untuk Lindungi Hak Ulayat di Maluku Utara |
|
|---|
| Dr. R. Graal Taliawo Sosialisasi Empat Konsensus Negara Indonesia di SMA Negeri 1 Halmahera Tengah |
|
|---|
| Dorong Sinergi Balai Kementerian, Graal Taliawo: Pembangunan Maluku Utara Harus Berdasar Prioritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Dr-R-Graal-Taliawo-bersama-Kementan-Andi-Amran-Sulaiman.jpg)