Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Sukses Misi Dagang Sherly Laos dan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Malut: Transaksi Rp 500 Miliar

Kolaborasi Misi Dagang antara Jawa Timur dan Maluku Utara pada Rabu, 12 Maret 2025 sukses digelar.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@s_tjo
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam acara misi dagang pada 12 Maret 2025. Gambar tangkap layar diambil dari Instagram @s_tjo pada 13 Maret 2025. 

"Kami memiliki berbagai produk unggulan, seperti kopra, cengkeh, pala dan hasil perikanan, yang dapat menjadi potensi kerja sama lebih lanjut dengan Jawa Timur."

"Di sisi lain, kami juga tertarik untuk mengembangkan sektor pertanian dengan komoditas unggulan dari Jawa Timur, seperti nenas jumbo organik dari Jember, yang akan mulai dibudidayakan di Maluku Utara, "lanjutnya.

Selain memperkuat kerja sama perdagangan, Gubernur Sherly Laos juga menyampaikan rencana kunjungan balasan ke Jawa Timur untuk mempelajari berbagai inovasi, yang telah sukses diterapkan di Jatim.

"Silaturahmi ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang berbagi ilmu dan pengalaman. Jawa Timur memiliki banyak best practice yang bisa menjadi inspirasi bagi kami di Maluku Utara."

"Insya Allah, kami akan segera berkunjung ke Jawa Timur untuk memperdalam kolaborasi ini," tambahnya.

Pidato Sherly Laos

Sherly Laos baru-baru ini banjir pujian dari para warga.

Sherly Laos sempat menyampaikan pidato dalam acara pelantikan Ketua PKK Kabupaten/Kota di seluruh Maluku Utara.

Dalam pidatonya terselip sejumlah pesan penting untuk semua tamu yang hadir di sana.

Sherly Laos juga menyampaikan soal pengalamannya dulu kala mendampingi mendiang suaminya, Benny Laos, saat menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai.

Sebagai mantan Ketua PKK Pulau Morotai, Sherly Laos mengaku sudah merasakan apa yang dirasakan para istri bupati dan wali kota itu.

Yakni menggerakkan para wanita di daerahnya namun dengan anggaran yang begitu kecil.

"Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai seorang gubernur atau Ketua Pembina PKK, tapi saya juga alumni dari PKK."

"Saya pernah menjadi salah satu dari ibu-ibu yang duduk di sana sebagai Ketua Penggerak PKK Kabupaten Pulau Morotai waktu itu."

"Saya tahu bagaimana menggerakkan PKK dalam kondisi anggaran yang sangat minimalis itu," ujar Sherly Laos.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved