Liga Spanyol
Barcelona vs Real Madrid di Final Copa del Rey, Carlo Ancelotti Bongkar Strategi: Pertahanan Baik
Menjelang final Copa del Rey melawan Barcelona, pelatih Real Madrid, yakni Carlo Ancelotti, membongkar soal strateginya.
Real Madrid pernah menggunakan formasi serupa ketika menghadapi Barcelona pada pertemuan pertama musim ini.
Mbappe dan Vinicius berada di lini terdepan tim. Camavinga dan Bellingham bermain lebih melebar ke sisi sayap, meskipun nama terakhir memiliki fleksibilitas untuk mengeksploitasi ruang tengah.
Valverde dan Tchouameni berada di antar-lini yang menjadi penghubung.
Namun, hasilnya jauh dari harapan, Real Madrid dibabat habis oleh Barcelona dengan skor 4-0 di Bernabeu.
Selama 45 menit pertama, Real Madrid memang mampu menahan dominasi Barcelona, namun tidak di babak kedua.
Lewandowski mampu brace dalam rentang waktu dua menit.
Ditambah dengan gol Lamine Yamal dan Raphinha dalam 10 menit akhir waktu normal.
Pada kesempatan lain di final Supercopa Espana, Ancelotti menggunakan formasi yang berbeda, yakni 4-2-3-1.
Rodrygo menjadi tambahan kekuatan Real Madrid ketika itu. Dia mampu mencetak satu gol tambahan ketika timnya sudah tertinggal 1-5 dari Barcelona.
Namun tidak mampu menyelamatkan Real Madrid dari peluang pertama mereka meraih gelar musim ini.
Oleh karena itu, meskipun menjadi favorit bagi Ancelotti, ia tidak memilih untuk bungkai mengenai pemilihan pemainnya untuk final nanti.
Perubahan dalam starting XI mungkin terjadi, apalagi jika kembalinya Mbappe, jika dibandingkan saat melawan Bilbao pekan lalu.
Idenya, bagaimana sinergi lini tengah dapat mengendalikan permainan.
"Saya menurunkan barisan untuk lebih mengendalikan Luka Modric dan Dani Ceballos di lini tengah," katanya.
"Dani baru pulih dari cedera. lalu kami memasukkan Endrick untuk bermain lebih ke depan."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Barcelona-kalahkan-Real-Madrid-di-Santiago-Bernabeu.jpg)