Minggu, 12 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

PT Antam

PT Antam UBPN Maluku Utara Dukung Pengembangan Agroeduwisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

PT Antam Tbk. UBPN Maluku Utara mendukung terwujudnya kawasan agroeduwisata berbasis pemberdayaan masyarakat

Penulis: Amri Bessy | Editor: Sitti Muthmainnah
Dok : PT Antam
PROGRAM - Melalui program CSR PT Antam Tbk UPBN Maluku Utara memberangkatkan perwakilan petani dari Kebun Tani Harmoni, Desa Gamesan, Kecamatan Maba, Halmahera Timur, Selasa (29/7/2025) 

TRIBUNTERNATE.COM,MABA- PT Antam Tbk. UBPN Maluku Utara mendukung terwujudnya kawasan agroeduwisata berbasis pemberdayaan masyarakat.

Melalui program CSR, PT Antam memberangkatkan petani Desa Gamesan, Kecamatan Maba, Halmahera Timur, untuk mengikuti kegiatan benchmarking ke kawasan agrowisata Windusari dan Borobudur, di Magelang dan Wonogiri, Jawa Tengah.

Kegiatan ini melibatkan 19 orang peserta dari lima kelompok tani binaan Sehati, Bersatu, Basudara, Hininga Moi, dan Horia Dodota serta perwakilan dari pemerintah desa setempat.

Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup, PT ANTAM Tbk UPBN Malut Lakukan Penanaman 310 Pohon

Petani didampingi tim CSR PT Antam Tbk. UBPN Maluku Utara dan perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Maba. 

Kegiatan ini bertujuan menggali praktik terbaik pengelolaan agrowisata dan memperkuat kapasitas petani, dalam pengembangan kawasan Kebun Tani Harmoni menjadi pusat agroeduwisata berbasis pertanian terpadu di wilayah Halmahera Timur

Para peserta mempelajari integrasi pertanian yang komprehensif guna mendukung keberlanjutan sosial dan lingkungan.

"Benchmarking ini merupakan strategi jangka panjang pemberdayaan petani sebagai subjek utama pembangunan kawasan. Kita belajar langsung dari praktik terbaik di Magelang dan Wonogiri agar bisa diterapkan di tanah kita sendiri," ujar Fredy Utama, selaku North Maluku Region CSR & ER Sub Division Head, Selasa (29/7/2025).

Dikatakan, selama kunjungan, peserta mempelajari berbagai praktik unggulan mulai dari pengolahan produk turunan berbasis lokal seperti pohon pisang, talas, ketela pohon, umbi-umbian, dan nanas, hingga budidaya tanaman hortikultura dan buah-buahan secara organik dan terpadu. 

Selain itu, peserta juga meninjau langsung pembuatan pakan ikan mandiri dan budidaya ikan air tawar  yang terintegrasi dalam sistem ekonomi desa berbasis agroekologi.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis menuju transformasi Kebun Tani Harmoni sebagai model inovasi sosial dan ketahanan pangan berkelanjutan di Halmahera Timur.

"Benchmarking menjadi ruang belajar kolaboratif yang tidak hanya memperluas wawasan teknis peserta, tetapi juga memperkuat jejaring sosial antar-pelaku agrowisata lintas daerah," katanya.

Ia mengatakan, para petani diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan pengelola sukses di kawasan Windusari dan Borobudur, yang telah menerapkan sistem pertanian terpadu hingga diversifikasi produk olahan pangan berbasis sumber daya lokal. 

Dengan mengunjungi kebun wisata edukatif, pusat olahan pangan lokal, serta lokasi pembudidayaan ikan yang telah bertransformasi melalui pemberdayaan masyarakat, peserta memperoleh gambaran nyata tentang bagaimana sinergi antara pertanian, lingkungan, dan sosial mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Baca juga: Sinergi Pembangunan Energi, PLN UP3 Tobelo Audiensi dengan Pemkab Morotai dan Halmahera Utara

"Momentum ini diharapkan menjadi titik awal transformasi kawasan Kebun Tani Harmoni menjadi model agrowisata unggulan di Maluku Utara. Setelah kegiatan ini, para peserta dijadwalkan untuk melakukan replikasi hasil pembelajaran dalam bentuk rencana aksi kelompok serta berbagi pengalaman kepada komunitas tani di desa masing-masing," harapnya.

PT Antam Tbk. UBPN Maluku Utara berkomitmen mengawal proses ini melalui pendampingan teknis, penguatan kelembagaan, dan dukungan sarana prasarana berkelanjutan. 

"Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Kebun Tani Harmoni diharapkan mampu menjadi lokomotif pertanian berkelanjutan yang tak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi destinasi wisata edukatif berbasis kearifan lokal yang membanggakan," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved