PT FHT Perkuat Sistem Pengendalian Sedimen di Halmahera Timur
PT FHT menerapkan sejumlah metode teknis yang terintegrasi untuk meminimalisir dampak lingkungan sekaligus memperkuat sistem pengendalian sedimen
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Halmahera Timur menjadi tantangan serius bagi kawasan industri, termasuk aktivitas operasional PT FHT
2. Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu peningkatan aliran air limpasan dan sedimentasi di sejumlah titik area perusahaan
3. Sebagai langkah penanganan, PT FHT menerapkan sejumlah metode teknis yang terintegrasi untuk meminimalisir dampak lingkungan
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Halmahera Timur menjadi tantangan serius bagi kawasan industri, termasuk aktivitas operasional PT FHT.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu peningkatan aliran air limpasan dan sedimentasi di sejumlah titik area perusahaan.
Sebagai langkah penanganan, PT FHT menerapkan sejumlah metode teknis yang terintegrasi untuk meminimalisir dampak lingkungan sekaligus memperkuat sistem pengendalian sedimen di kawasan operasional perusahaan.
Andreas Lakafin dari PT FHT mengaku untuk mencegah itu perusahaan melakukan empat pendekatan utama yang kini dijalankan perusahaan.
Baca juga: 12 Ramalan Keuangan Shio Besok Selasa 12 Mei 2026: Hoki, Karier dan Bisnis
Baca juga: 12 Ramalan Zodiak Cinta Selasa 12 Mei 2026: Cinta, Hubungan dan Emosi
"Langkah pertama adalah stabilisasi lereng di area RKEF Selatan dan Koropon, "kata Andreas Lakafin dalam keterangannya yang diterima Tribunternate.com, Senin (11/5/2026).
Lebih lanjut Andreas Lakafin menyebut, perusahaan memasang geotekstil seluas 12.600 meter persegi sebagai lapisan penguat tanah sekaligus pelindung dari erosi permukaan akibat tingginya debit air hujan.
Metode ini umum digunakan pada proyek-proyek infrastruktur berskala besar karena dinilai efektif menekan laju erosi pada lereng terbuka yang rawan longsor dan pengikisan.
Selain itu, PT FHT juga memasang silt curtain di area Jetty. Peralatan ini berfungsi sebagai penghalang sementara di perairan untuk memperlambat pergerakan air dan membantu proses pengendapan partikel sedimen sebelum menyebar lebih luas ke wilayah perairan sekitar.
"Langkah lain yang dinilai inovatif adalah penerapan sistem geotube di Muara Sungai Kukuba, "tambahnya.
Teknologi ini bekerja menggunakan tabung geotekstil berpori tinggi yang mampu menyaring partikel sedimen, sementara air dengan kandungan padatan tersuspensi rendah dilepaskan secara bertahap ke lingkungan.
Pendekatan tersebut disebut menjadi solusi jangka menengah dalam mengendalikan sedimentasi yang dipicu tingginya curah hujan di kawasan industri.
Tak hanya itu, perusahaan juga melakukan peningkatan kapasitas drainase dan kolam sedimen.
Baca juga: 12 Ramalan Zodiak Besok Selasa 12 Mei 2026: Aries Powerful, Taurus Hati-Hati, Gemini Inspiratif
Baca juga: 12 Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 11 Mei 2026: Nasib, Rezeki dan Peluang
PT FHT melakukan pengerukan endapan lumpur yang selama ini mengurangi daya tampung kolam eksisting, sekaligus merencanakan penambahan jaringan drainase di sejumlah titik yang memiliki potensi tinggi terhadap aliran air limpasan.
Melalui serangkaian langkah tersebut, PT FHT diharapkan tidak hanya mampu menangani dampak insiden lingkungan akibat cuaca ekstrem.
"Akan tetapi juga membangun sistem pengendalian lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan di kawasan industri Halmahera Timur, "tandasnya. (*)
| Haltim Datang-Haltim Juara: 174 Atlet Resmi Dilepas Menuju Porprov Maluku Utara 2026 |
|
|---|
| Audit LKD 2025 Tuntas, Pemkab Halmahera Timur Optimistis Tingkatkan Kualitas Laporan Keuangan |
|
|---|
| Dishub Halmahera Timur Gelontorkan Rp2,6 Miliar untuk Penerangan Jalan di Sejumlah Kecamatan |
|
|---|
| Dukung Pelestarian Budaya, PT NKA Serahkan Bantuan Pakaian Adat untuk Sangaji Maba dan Bicoli |
|
|---|
| Ubaid Yakub: Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Kesehatan Gratis di Haltim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Feni-Halmahera-Timur-FHT-melakukan-sistem-pengendalian-sedimen-sunga.jpg)