Sabtu, 30 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

PT FHT Pulihkan Lingkungan Aliran Sungai di Kukuba Halmahera Timur

PT FHT menyampaikan permohonan maaf atas dampak lingkungan yang terjadi akibat limpasan air hujan yang membawa sedimen ke wilayah sungai dan muara

Tayang:
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
PROGRAM: PT Feni Halmahera Timur (FHT) terus mengambil langkah nyata dalam pemulihan lingkungan pasca kejadian limpasan sedimen yang masuk ke aliran Sungai dan Muara Kukuba, Halmahera Timur saat ini pemulihan terus dilakukan, Jumat (29/5/2026). 

Ringkasan Berita:1. Perusahaan PT Feni Halmahera Timur (FHT) terus mengambil langkah nyata dalam pemulihan lingkungan pasca kejadian limpasan sedimen yang masuk ke aliran Sungai dan Muara Kukuba
2. Penanganan yang dilakukan perusahaan mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat maupun Pemprov Maluku Utara
3. PT FHT menyampaikan permohonan maaf atas dampak lingkungan yang terjadi akibat limpasan air hujan yang membawa sedimen ke wilayah sungai dan muara

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Perusahaan PT Feni Halmahera Timur (FHT) terus mengambil langkah nyata dalam pemulihan lingkungan pasca kejadian limpasan sedimen yang masuk ke aliran Sungai dan Muara Kukuba, Halmahera Timur, pada 2 Mei 2026 lalu.

Penanganan yang dilakukan perusahaan mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat maupun Pemprov Maluku Utara.

PT FHT menyampaikan permohonan maaf atas dampak lingkungan yang terjadi akibat limpasan air hujan yang membawa sedimen ke wilayah sungai dan muara.

Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menangani persoalan tersebut secara terbuka, terukur, dan bertanggung jawab dengan melibatkan pemerintah serta masyarakat sekitar.

Baca juga: Warga 2 Desa di Taliabu Terlibat Tawuran Saat Momen Idul Adha

“‎Sejak kejadian menjadi perhatian publik, PT FHT langsung menghentikan sementara aktivitas di area terdampak dan mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian limpasan air hujan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” jelas ‎Head of External Relations Ranu melalui keterangannya yang diterima TribunTernate.com, Jumat (29/5/2026).

Lebih lanjut sebagai bentuk pengawasan, Kementerian Lingkungan Hidup melalui Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (GAKKUM LH) juga sudah melakukan inspeksi lapangan pada 19 hingga 22 Mei 2026. 

Tim meninjau langsung kondisi area terdampak sekaligus mengevaluasi progres penanganan yang dilakukan perusahaan.

PROGRAM: PT Feni Halmahera Timur (FHT) terus mengambil langkah nyata dalam pemulihan lingkungan pasca kejadian limpasan sedimen yang masuk ke aliran Sungai dan Muara Kukuba, Halmahera Timur saat ini pemulihan terus dilakukan, Jumat (29/5/2026).
PROGRAM: PT Feni Halmahera Timur (FHT) terus mengambil langkah nyata dalam pemulihan lingkungan pasca kejadian limpasan sedimen yang masuk ke aliran Sungai dan Muara Kukuba, Halmahera Timur saat ini pemulihan terus dilakukan, Jumat (29/5/2026). (Istimewa)

Selanjutnya, pada 23 Mei 2026, Wakil Gubernur Maluku Utara, H Sarbin Sehe bersama jajaran Pemprov Maluku Utara dan Pemkab Halmahera Timur turut melakukan peninjauan ke lokasi pemulihan lingkungan di Kukuba.

“‎Rombongan tersebut terdiri dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut kata Ranu, PT FHT memaparkan berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan, termasuk pembangunan tanggul penahan sedimentasi, penggunaan geotube untuk pengelolaan limbah lumpur, serta penguatan sistem pengendalian lingkungan di area operasional perusahaan.

Tentu dengan kunjungan ini PT FHT sangat menyambut baik pengawasan pemerintah sebagai bentuk sinergi dalam mempercepat pemulihan lingkungan.

“Kami menghormati perhatian dan pengawasan dari pemerintah serta masyarakat. Transparansi dan perbaikan nyata adalah komitmen kami. Saat ini tim di lapangan bekerja 24 jam untuk memastikan tidak ada lagi limpasan yang keluar dari area operasi,” ujarnya.

PT FHT juga melibatkan masyarakat sekitar dalam proses restorasi lingkungan. 

Pendekatan partisipatif tersebut dilakukan agar penanganan berjalan lebih cepat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap perusahaan.

Ke depan, perusahaan berkomitmen meningkatkan kapasitas kolam sedimentasi, memperkuat sistem pemantauan kualitas lingkungan secara berkala, serta menyusun prosedur tanggap darurat yang lebih ketat menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved